Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sadari Manfaat BPJS Kesehatan, Yulia Aktifkan Kembali Kepesertaannya

Abdul Rokhim • Rabu, 31 Juli 2024 | 01:07 WIB

PUAS: Yulia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan di petugas di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus.
PUAS: Yulia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan di petugas di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus.


KUDUS
– Program JKN yang ditawarkan BPJS Kesehatan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke, baik di daerah pelosok hingga daerah kota.

Salah satu masyarakat yang merasakan manfaatnya yaitu Yulia Dwi Rahmawati (42).

Beliau merupakan warga asli Kabupaten Kudus yang saat ini berdomisili di Provinsi Kalimantan.

Saat ini, Yulia tengah mengunjungi keluarganya di Kudus.

Kondisi ini dimanfaatkannya untuk mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus dalam rangka mengaktifkan kembali kepesertaan JKN nya.

“Mumpung saya pulang ke Kudus, saya sekalian mengurus kepesertaan JKN saya di Kantor BPJS Kesehatan. Karena kalau di Kalimantan jarak dari rumah ke Kantor BPJS Kesehatan itu lumayan jauh. Selain mengaktifkan kembali kepesertaan JKN saya, saya juga mengganti fasilitas kesehatan,” kata Yulia.

Yulia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan di petugas di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus.

Ia juga sempat ragu, apakah pelayanan BPJS Kesehatan hanya bisa dilakukan di Kalimantan saja, mengingat domisilinya di sana.

“Awalnya saya ragu, karena domisili saya di Kalimantan, saya kira hanya bisa diurus di Kalimantan saja, ternyata di sini juga bisa. Pelayanan yang diberikan sangat bagus, tidak perlu menunggu lama langsung dilayani, penjelasannya informatif dan mudah dimengerti,” jelas Yulia.

Yulia mengaktifkan kembali kepesertaan JKN nya karena ia mengkhawatirkan anaknya yang saat ini sedang menempuh pendidikan pesantren di Yogyakarta. Yulia berharap JKN dapat menjamin pelayanan kesehatan anaknya jika sewaktu-waktu sakit.

“Alasan saya mengaktifkan kembali kepesertaan JKN saya dan keluarga karena karena saya bertempat tinggal di Kalimantan sedangkan anak saya mondok di Yogyakarta, jadi saya khawatir jika anak saya tiba-tiba sakit tidak bisa berobat. Selain itu, dari pondok juga menyarankan untuk memiliki JKN yang aktif karena teman-temannya juga tercover JKN. Sebenarnya dari perusahaan suami juga menyediakan asuransi kesehatan, tapi prosesnya tidak semudah menggunakan JKN,” terang Yulia.

Yulia juga menerangkan lebih jauh terkait kemudahan menggunakan akses layanan kesehatan menggunakan JKN.

“Walaupun dari perusahaan suami sudah memberikan asuransi kesehatan yang dapat di klaim sesudah mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi saya tetap mendaftarkan Program JKN keluarga saya karena proses klaim kesehatan dari perusahaan suami lumayan ribet dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Berbeda dengan BPJS Kesehatan, kita hanya cukup membayarkan tiap bulan, Kepesertaan BPJS Kesehatan selalu aktif dan langsung bisa digunakan,” tambah Yulia.

Yulia juga membagikan cerita awal mula Ia terdaftar sebagai peserta JKN. Kedua anaknya pernah dirawat selama satu minggu di rumah sakit dan dirinya disarankan untuk mendaftarkan kepesertaan JKN.

Saat itu menurutnya pelayanan yang diberikan rumah sakit sudah baik.

“Pada tahun 2014, awal BPJS Kesehatan masih baru, kedua anak saya masuk rumah sakit karena penyakit muntaber. Dari rumah sakit menyarankan untuk mendaftar kepesertaan JKN. Langsung saya daftarkan seluruh keluarga saya, dan ternyata sampai sekarang Program JKN ini masih aktif dan hampir seluruh masyarakat Indonesia menggunakannya. Waktu itu anak saya dirawat selama seminggu dan seluruh biaya sudah ditanggung. Rumah sakit juga langsung memberikan pelayanan yang cepat dan baik,” tuturnya.

Kepesertaan JKN Yulia yang sempat nonaktif dikarenakan iuran menunggak. Ini ia sampaikan karena akses ke kota di Provinsi Kalimantan yang sangat jauh.

“Pada tahun 2014, pembayaran BPJS Kesehatan masih menggunakan cara manual yaitu transfer bank melalui ATM di kota yang jaraknya dari rumah saya bisa memakan waktu enam jam karena rumah saya di pelosok perkebunan kelapa sawit. Waktu itu hanya bertahan satu tahun kepesertaan JKN saya, karena memang tidak saya bayarkan lagi,” terang Yulia.

Yulia mengakui bahwa pelayanan BPJS Kesehatan sekarang sudah sangat maju dan mengikuti perkembangan zaman.

“Sekarang saya tidak risau, karena untuk cara pembayaran BPJS Kesehatan bisa dilakukan melalui M-Banking menggunakan kode Virtual Account yang caranya dapat dilihat melalui Aplikasi Mobile JKN. Selain itu, melalui Aplikasi Mobile JKN juga dapat mengganti fasilitas kesehatan tanpa perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan, jelas aplikasi ini sangat mempermudah peserta karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.” tutup Yulia. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#bpjs kesehatan #BPJS #Kudus #bpjs kesehatan kudus #Manfaat