Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sering Makan Korban dan Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Rusak Gondosari-Menawan Kudus Diprotes Warga, Dijuluki Jalan Seribu Lubang

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 12 Juli 2024 | 19:04 WIB
LUBANG MENGANGA: Pengendara menghindari lubang jalan yang mengalami kerusakan parah saat menuju wisata Pegunungan Rahtawu tepatnya di Jalan Rahtawu Raya Desa Gebog Kudus.
LUBANG MENGANGA: Pengendara menghindari lubang jalan yang mengalami kerusakan parah saat menuju wisata Pegunungan Rahtawu tepatnya di Jalan Rahtawu Raya Desa Gebog Kudus.

KUDUS - Jalan rusak berlubang dan berdebu di Gondosari-Menawan dikeluhkan warga sekitar. Masyarakat setempat memprotes dengan memberikan tulisan pada jalan jembatan.

Tulisan protes tersebut dituliskan di atas jalan jembatan Gondosari, Kecamatan Gebog. Dari postingan di media sosial, jalan tersebut ditulisi oleh warga sekitar.

Tulisan dengan cat putih tersebut menyebutkan, Selamat Datang di Jalan Seribu Lubang. Hingga kemarin tulisan tersebut sedikit memudar dan tak jelas.

Menurut Siroh, warga Desa Gondosari mengaku, jalan menuju Desa Wisata Rahtawu ini sudah rusak sekitar satu tahun terakhir. Sampai dengan ini belum ada perbaikan jalan.

Dia mengaku setiap hari melintasi jalan tersebut. Pasalnya akses tersebut merupakan jalan utama.

”Akses ini tidak ada jalan lain, harus lewat sini. Jalannya rusak sangat parah dan sering memakan korban (orang terjatuh,Red),” ungkapnya.

Terkait tulisan yang disampaikan warga setempat adalah bentuk protes melihat jalan rusak tersebut. Hingga sampai dengan tidak upaya perbaikan jalan.

Masyarakat setempat, meminta pemerintah daerah segera turun tangan memuluskan jalan rusak tersebut. Dengan jalan yang bagus, akan meminimalisir pengguna jalan yang terjatuh.

”Harapannya ya segera diperbaiki dan mulus, karena ini sangat berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan yang melintas, Dwi mengaku, jalan tersebut adalah akses utama yang ia lalui setiap harinya.

Tidak ada jalan lain untuk menjalani kegiatannya sehari-hari. Mulai antar jemput ke sekolah anak dan berbelanja.

”Jalannya sangat berbahaya. Apabila tidak diperbaiki akan membahayakan pengendara yang melintas,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Gebog, Fariq Mustofa mengatakan, jalan rusak tersebut akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun ini.

Terkait kapan dikerjakannya, diperkirakan dilangsungkan pada Agustus mendatang.

”Katanya tinggal menunggu review inspektorat dulu. Pekerjaannya dari sekitaran pabrik rokok hingga perempatan Menawan,” jelasnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, PJ Bupati Kudus, M. Hasan Chabibie mengatakan, ia sempat memperoleh laporan dari kepala Desa Rahtawu. Bahwa jalan rusak tersebut kondisinya sangat dikeluhkan.

Menanggapi keluhan masyarakat dan pihak desa, Hasan akan melihat terlebih dahulu program kerja perbaikan jalan di sana.

Sementara target perbaikan jalan, kata Hasan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Lantaran belakangan ini masih ada tahapan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pemkab Kudus telah memperoleh rekomendasi dan masukan sebagai upaya perbaikan program kerja di tahun ini. (gal/zen)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#jalan rusak #gebog #Kudus