Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Buang Sial, Puluhan Ribu Pertapa dari Berbagai Daerah Datangi Desa Rahtawu Kudus Jalani Ritual Satu Suro

Sekarwati • Selasa, 9 Juli 2024 | 21:27 WIB
Pertapa menjalankan ritual Satu Suro di Pertapaan Eyang Sakri Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus kemarin.
Pertapa menjalankan ritual Satu Suro di Pertapaan Eyang Sakri Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus kemarin.

KUDUS – Sebanyak 20 ribu pertapa mendatangi Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus untuk menjalani ritual Satu Suro.

Tak hanya dari warga lokal, para pertapa datang dari berbagai daerah.

Di antaranya, Pati, Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Kendala. Selain itu pengunjung datang dari luar pulau Jawa, seperti Palembang, Pontianak, Medan, dan lain-lain.

 

Kepala Desa Rahtawu Rasmadi Didik Ariyadi mengatakan, keramaian pengunjung terlihat sejak H-3 bulan Muharam atau Suro.

Puncak keramaian pengunjung bertepatan pada penanggalan tahun Saka atau Aboge.

Para pertapa datang dengan mengunjungi beberapa tempat petilasan, dengan tujuan mengharapkan keberkahan dalam tradisi Satu Suro.

”Biasanya mereka berkumpul pada jam 12 malam untuk melakukan ritual dengan mengharapkan keberkahan dan membuang kesialan,” katanya kemarin.

Ia menyebut ada 68 petilasan yang sudah terdaftar di Desa Rahtawu. Sedangkan yang didatangi pertapa ada tujuh petilasan yang digunakan sebagai tempat ritual.

Yakni, Pertapaan Eyang Sakri, Eyang Abiyoso, Eyang Lokojoyo, Eyang Janggring Saloko, Eyang Pandhu Dewanata, dan Sanghyang Wenang.

Adanya tradisi tersebut, pihaknya telah menyiapkan tempat penginapan dan fasilitas yang dibutuhkan pengunjung.

Selain itu, pihaknya juga mengerahkan tim pengamanan untuk menjamin keselamatan pertapa selama melangsungkan ritual.

”Prediksi kami ada 30 ribu pertapa dalam tradisi Satu Suro ini,” imbuhnya.

Juru Pelihara Pertapaan Eyang Sakri Sukriyanto menjelaskan, dalam tradisi Satu Suro para pertapa melakukan kegiatan topo kungkum atau bertapa berendam di Sendang Soko.

”Tujuannya meminta kesehatan. Sedangkan air yang dibawa pulang untuk musahadah ke anak cucu, usaha, dibebaskan dari fitnah, dan kesialan,” jelasnya.

Ngatno, 62, pertapa asal Blora mengaku melakukan ritual Satu Suro sejak masih duduk dibangku SD.

Setiap tahunnya ia tidak pernah absen untuk datang ke Desa Rahtawu.

Biasanya saat ritual ia mendatangi beberapa petilasan. Seperti Eyang Sakri dan Eyang Narodo.  

”Saya datang ke Pertapaan Eyang Sakri bersama dengan keluarga. Ada delapan orang,” paparnya. (wat/him)

Editor : Ali Mustofa
#petilasan #pengunjung #suro #rahtawu #ritual #tradisi #Pertapa #Kudus