Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Manten Tebu Bagus Wisnu Nugroho dan Roro Sekar Arum Diarak Awali Rangkaian Penggilingan di PG Rendeng Kudus

Sekarwati • Jumat, 3 Mei 2024 | 23:06 WIB
KEARIFAN LOKAL: PG Rendeng Kudus menggelar tradisi manten tebu mengawali awal musim penggilingan tebu tahun ini di perusahaan itu kemarin.
KEARIFAN LOKAL: PG Rendeng Kudus menggelar tradisi manten tebu mengawali awal musim penggilingan tebu tahun ini di perusahaan itu kemarin.

KUDUS - Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kudus menggelar tradisi manten tebu. Tradisi ini dilakukan setiap memasuki awal musim penggilingan tebu di pabrik itu.

Tradisi itu dimulai dengan iring-iringan manten tebu, dibawakan karyawan pabrik. Iringan-iringan dibawa menuju PG Rendeng.

Dua pasang tebu itu diberi nama Bagus Wisnu Nugroho dan Roro Sekar Arum.

Tebu yang diarak itu diberikan kepada atasan PG Rendeng. Begitu juga diikuti dengan tebu lainnya diberikan pada perwakilan karyawan menuju mesin giling.

Penggilingan tebu resmi dibuka dengan simbol penyerahan tebu manten lanang dari general manager PG Rendeng kepada Pj Bupati Kudus M Hasan Chabibi.

Tebu kemudian dimasukkan ke mesin giling. Diikuti pihak PG Rendeng, pejabat daerah, dan sejumlah karyawan.

Pj Bupati Kudus M Hasan Chabibi mengatakan, adanya tradisi itu bentuk kearifan lokal yang harus dilestarikan.

Hal itu sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan panen tebu di Kabupaten Kudus.

"Saya kira ini tradisi yang sangat luar biasa dan harus dipertahankan," katanya kemarin.

Ia menyebut, tahun ini produksi tebu di Kudus mengalami perkembangan yang baik. Sehingga, ia berpesan agar petani bisa menjaga kualitas tersebut.

"Harapannya semoga petani bisa sejahtera dan menghasilkan tebu yang bagus," imbuhnya.

Sementara itu, General Manager PG Rendeng Kudus Erwin Fitri Hatmoko menerangkan tahun 2023 lalu produksi gula sempat mengalami penurunan.

Hasil produksi gula yang dihasilkan sebanyak 15 ribu ton.

Menurutnya, kondisi cuaca buruk yang disebabkan El Nino berdampak pada kualitas tebu petani.

Meski demikian, pihaknya optimistis tahun ini bisa meningkat dan mencapai target produksi hingga 20 ribu ton gula.

"Kalau melihat dari tahun lalu kami ada peningkatan kurang lebih 80 persen," terangnya.

Untuk mencukupi kebutuhan produksi gula, pihaknya juga mensuplai dari luar daerah. Seperti Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.

Penggilingan dilakukan selama empat bulan dengan kapasitas yang dihasilkan sebanyak tiga ribu ton setiap hari. (wat/zen) 

Editor : Ali Mustofa
#pj bupati #pabrik gula #petani #Tradisi Manten Tebu #Mesin Giling #Kudus