Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Janji Soal Penanganan Banjir di Kudus, Ini yang Dilakukan BBWS Pemali Juana

Sekarwati • Jumat, 29 Maret 2024 | 02:20 WIB
MASIH BEKERJA: Sejumlah alat berat menutup tanggul Sungai Wulan yang jebol di Desa Norowito, Karanganyar, akhir pekan kemarin.
MASIH BEKERJA: Sejumlah alat berat menutup tanggul Sungai Wulan yang jebol di Desa Norowito, Karanganyar, akhir pekan kemarin.

KUDUS  - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menindaklanjuti permasalahan banjir, yang membuat permukiman dan persawahan milik warga tergenang.

Rencananya sungai besar di Kabupaten Kudus bakal dinormalisasi. Mencegah terjadinya banjir saat musim hujan.

Hawi, petani Desa Undaan Lor mengatakan, banjir sembilan hektare sawah miliknya tidak bisa panen karena terkena luapan Sungai Juwana.

Akibatnya ia terancam kehilangan delapan ton per hektare gabah. Genangan setinggi 1,5 meter tidak dapat dipanen menggunakan kombi.

Baca Juga: Evaluasi Penanganan Banjir di Grobogan dan Demak, BPBD Dorong Masyarakat Tanggap Bencana

Menurutnya, hal itu disebabkan genangan air di sawah tidak bisa kembali ke sungai besar lantaran aliran irigasi dipenuhi tanaman eceng gondok.

Sehingga membuat sedimentasi sungai menumpuk.

"Seharusnya dinormalisasi dan eceng gondok dibersihkan. Supaya irigasi lancar dan petani bisa bekerja," katanya.

Pria yang juga Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kudus itu menyebut, petani justru tidak membutuhkan bantuan bibit untuk mengganti kerugian banjir.

Sebab, apabila permasalahan irigasi tidak diselesaikan, maka petani akan merasakan kerugian sama.

"Petani itu tidak mengharapkan bantuan. Sungai Juwana dinormalisasi saja petani sudah senang," imbuhnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Agus Setiawan menerangkan, saat ini pihaknya sedang mengusulkan kembali bantuan pupuk dan alat pertanian kepada Kementerian Pertanian untuk petani terdampak banjir.

Sebelumnya, petani mendapatkan bantuan 10 ton pupuk yang diberikan ke petani sesuai dengan luasan hektare yang dimiliki.

"Bantuan pertama sudah, yang kedua belum. Kami coba usulkan (Kementerian Pertanian, Red)," terangnya.

Terpisah, PPK Opsda II BBWS Pemali Juwana menyatakan, jika bulan April-Mei akan dijadwalkan normalisasi di Sungai Serang, Lusi, dan Juwana.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memperbaiki sistem drainase CU-1 di Kudus.

Sementara ini, program masih difokuskan untuk perbaikan tanggul Sungai Wulan yang bertempat di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak.

"Kalau kami ngomongnya secara keseluruhan (Kudus dan Demak). Karena sistem sungai yang ditangani. Tidak per wilayah, " paparnya. (wat/zen)

Editor : Ali Mustofa
#genangan air #banjir #demak #Sungai Wulan #Kudus #BBWS Pemali Juana