Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir di Kudus Surut, Ratusan Warga Akhirnya Tinggalkan Tempat Pengungsian

Sekarwati • Senin, 25 Maret 2024 | 17:25 WIB

 

GEMBIRA: Para pengungsi pulang ke rumah dibantu anggota TNI dan Polri mengangkut barang ke dalam mobil kemarin.
GEMBIRA: Para pengungsi pulang ke rumah dibantu anggota TNI dan Polri mengangkut barang ke dalam mobil kemarin.

KUDUS - Banjir di Kabupaten Kudus berangsur surut mulai Jumat (22/3).

Pengungsi yang tinggal di Graha Mustika, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, mulai pulang ke rumah kemarin.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi kemarin, pukul 09.22 kemarin pengungsi tampak mengemasi barang-barang mereka ke luar gedung Graha Mustika.

Baca Juga: Bonsai Warga Solo Ini Ditawar Rp1 Miliar di Pameran Bonsai di Grobogan Tapi Tak Dilepas, Seperti Apa Penampakannya?

Para anggota TNI dan Polri turut membantu mengangkut barang pengungsi ke dalam mobil.

Sementara relawan bencana mengabsen pengungsi yang akan pulang ke rumah.

Informasi diterima Jawa Pos Radar Kudus ini para pengungsi minta pulang.

Dari info pemerintah Kecamatan Jati, banjir di beberapa titik sudah surut.

Camat Jati Fiza Akbar mengatakan, terdapat 39 KK atau 99 jiwa yang dipulangkan.

Rinciannya Desa Karangrowo 25 KK, Desa Jetis Kapuan 12 KK, dan Desa Wates 2 KK.

Sebelumnya jumlah pengungsi di Graha Mustika Kudus menampung 54 KK atau 431 jiwa.

”Alhamdulillah hari ini selesai dipulangkan dan yang tersisa pengungsi banjir dari Kecamatan Karanganyar, Demak,” katanya kemarin.

Ia menerangkan, dalam proses pemulangan pengungsi pihaknya telah memastikan kondisi banjir di permukiman warga benar-benar surut.

Sehingga mereka bisa tinggal di rumah dan tidak kembali ke posko pengungsian.

Pengungsi yang pulang diturunkan langsung ke rumah mereka masing-masing. Diantar dengan mobil TNI dan Polri.

Baca Juga: Ini Dia Nama-nama Pemenang Lomba Bonsai Tingkat Nasional di Grobogan, Berikut Daftarnya!

"Kendaraan yang dikerahkan ada lima unit. InsyaAllah sekali berangkat langsung selesai," terangnya.

Tidak hanya itu, pemulangan warga terdampak banjir juga dijadwalkan di posko pengungsian lain.

Rencananya hari ini. Seperti di Balai Desa Loram Kulon, Ploso, dan lain-lain.

Meski demikian, posko pengungsian belum bisa disterilkan. Sebab, tempat tersebut masih digunakan untuk korban banjir dari Demak.

”Masyarakat yang tinggal di posko pengungsian utama bisa pulang secara bertahap,” imbuhnya.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini, banjir di sebagian Desa Karanganyar ada yang masih dalam.

Sekitar 50 Cm. Sehingga beberapa warga Desa Karanganyar memilih tetap di pengungsian.

Sutristiati, 50, warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus, mengaku sudah delapan hari mengungsi di Graha Mustika, Kudus.

Saat banjir, Minggu (17/3) lalu genangan air di rumahnya mencapai 70 Cm. Ia lalu mengungsi bersama dengan tetangganya di sana.

Situasi banjir semakin surut, membuat perempuan berjilbab itu bersyukur bisa kembali ke rumah.

Setelah pulang dari tempat pengungsian, ia berencana membersihkan perabot.

"Alhamdulillah hari ini bisa pulang. Wes kangen omah," ujarnya. (wat/zen)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#banjir #pengungsi #posko pengungsian #Kudus