Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir di Jati Kudus Surut, Warga di Lokasi Pengungsian Berangsur Pulang, Akses Jalan Bisa Dilintasi

Sekarwati • Sabtu, 23 Maret 2024 | 03:55 WIB
BISA LEWAT: Jembatan apung penghubung Desa Setrokalangan-Kedungwaru Lor (Kudus-Demak) aktif lagi setelah beberapa hari terendam banjir.
BISA LEWAT: Jembatan apung penghubung Desa Setrokalangan-Kedungwaru Lor (Kudus-Demak) aktif lagi setelah beberapa hari terendam banjir.

KUDUS - Banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, Jati, Kudus, telah surut.

Warga yang terdampak banjir telah meninggal posko pengungsian di TPQ Khuriyatul Fikri Desa Pasuruan Lor kemarin pagi. Total ada 295 jiwa.

Pengungsi pulang diantar dengan armada truk milik Kodim 0722/Kudus. Dengan begitum kondisi di posko pengungsian sudah sepi.

Camat Jati Fiza Akbar mengatakan, beberapa warga ada yang pulang ke rumahnya pada Rabu (20/3) lalu.

Kondisi permukiman maupun akses jalan di Dukuh Goleng telah surut pada Rabu (20/3) lalu.

Akses di Dukuh Goleng yang sebelumnya terputus telah bisa dilintas kendaran. Warga sekitar bekerja bakit membersihkan lumpur dan sampah yang menumpuk di jalan.

”Ada beberapa permukiman warga yang masih tergenang. Ketinggiannya paling hanya 10 sentimeter. Warga bisa beraktivitas,” jelasnya.

Kondisi di dapur umum juga telah ditutup oleh pihak desa. Semua kebutuhan logistik yang tersisa akan diberikan kepada warga Goleng yang terdampak banjir.

”Penanganan banjir di Dukuh Goleng, perlu pembangunan tanggul hingga spill way, karena air limpas dari sana dan menggenangi rumah warga,” jelasnya.

Terpisah, Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan menjelaskan, di Kaliwungu yang terendam banjir juga telah surut per Rabu lalu.

Akses jalan seperti di Desa Blimbing kini telah bisa dilalui. Di Desa Setrokalangan juga telah surut.

Rumah warga yang terendam kini telah surut. Aktivitas warga pun normal lagi.

”Akses dari Jalur Lingkar Garung Kidul ke Jembatan Karangturi masih belum bisa. Warga lewatnya Karangturi ke barat lewat jalan paving pinggir tanggul tembus SD 1 Setrokalangan,” jelasnya.

Jembatan apung penghubung Desa Setrokalangan-Kedungwaru Lor (Kudus-Demak) terendam banjir setinggi 40-50 sentimeter selama tiga hari. Imbas dari meluapnya air Sungai Wulan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin sekitar pukul 09.00, sudah ramai lalu lalang warga lewat jembatan itu.

Sementara kondisi air Sungai Wulan terlihat tenang dengan arus normal. Pengendara roda dua melintas dua arah melewati jembatan sepanjang 75 meter dan lebar 2,5 meter itu.

Penjaga jembatan apung Muhdi mengatakan, jembatan mulai dibuka lagi pada Rabu (20/3) sore lalu.

”Sekarang sudah bisa dilewati motor. Karena akses jalan yang di Desa Setrokalangan tinggal genangan sedikit. Paling hanya setinggi 10 sentimeter, " katanya kemarin.

Ia menyebut, rata-rata pengendara yang melewati jembatan apung itu, buruh pabrik dan pedagang pasar.

Saat normal dalam sehari jembatan dapat dilewati 1.000-1.500 motor.

”Pengendara berasal dari warga Desa Kedungwaru Kidul, Kedungwaru Lor, Tugu Lor, dan Kotakan. Rata-rata memang dari Demak,” terangnya.

Sri, 45, warga Desa Kedungwaru Kidul, Karanganyar, Demak, mengaku melewati jemabatan apung Setrokalangan-Kedungwaru kemarin pagi.

Sebelumnya, perempuan yang berjualan di Pasar Jetak ini, harus muter ke Kecamatan Welahan, Jepara, untuk sampai di Kudus.

”Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilewati. Kemarin saya harus muter satu jam ke arah Jepara. Sudah jauh, macet juga, " ujarnya.

Lain hal dengan Sri, Susan, warga Kedungwaru Lor belum berani menyebrang jembatan karena masih trauma. Ia khawatir saat hujan genangan semakin tinggi dan tak bisa dilewati lagi.

”Karena saya bawa anak-anak. Daripada nanti nggak bisa balik. Jadi saya putar balik saja, " ujarnya.

Sementara itu, data dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kudus jumlahnya pengungsi yang masih di posko saat ini ada 2.631 jiwa.

Wilayah yang terdampak banjir berada di 31 desa di lima kecamatan. Meliputi, Kecamatan Undaan, Jati, Jekulo, Kaliwungu, dan Mejobo.

Kemarin, di Kecamatan Kaliwungu tinggi air antara 20-50 sentimeter. Akses jalan sudah beberapa bisa dilintasi.

Pengungsi sudah pulang hampir 85 persen. Sedangkan di Kecamatan Mejobo air surut berkisar lima sentimeter.

Untuk posko pengungsian saat ini masih beroperasi di 36 titik. Sepuluh titik dihuni pengungsi asal Kabupaten Demak. Sementara dapur umum yang dibuka kini mencapai 11 titik. (gal/wat)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#jateng #banjir #demak #Kudus