Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

KRONOLOGI 5 Anak di Mejobo Kudus Tenggelam Saat Banjir, 3 Korban Ditemukan Tewas!

Dzikrina Abdillah • Jumat, 15 Maret 2024 | 20:30 WIB
EVAKUASI: 5 anak tenggelam di area persawahan di Mejobo, Kudus 3 diantara meninggal dunia.
EVAKUASI: 5 anak tenggelam di area persawahan di Mejobo, Kudus 3 diantara meninggal dunia.

KUDUS - Sebanyak 5 anak dilaporkan tenggelam saat banjir di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus Jumat (14/3).

Kejadian tenggelamnya anak itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

 Kelima anak tersebut diketahui merupakan santri di pondok pesantren di Mejobo, Kudus.

Dalam laporan yang diterima Radar Kudus, disebutkan awalnya ada 5 bocah yang menaiki sampan atau perahu kayu milik warga.

Kelima bocah tersebut kemudian mendayung perahu menggunakan bambu saat banjir.

Bahkan mereka telah mendayung sejauh 5 Kilometer hingga area persawahan.

"Kelima korban naik perahu kayu dengan cara di dayung menggunakan bambu sampai jarak kurang lebih 5 km di areal persawahan Blok Krapyak Ds. Kirig Kec. Mejobo Kab. Kudus". tulis laporan tersebut.

Sayangnya, perahuyang mereka naiki kemasukan air.

Hal itu membuat perahu terbalik hingga kelima korban tercebur ke areal sawah.

Diketahui area sawah tersebut tergenang air dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.

Korban pun sempat meminta pertolongan dengan cara berteriak.

Warga di lokasi kejadian yang mendengar teriakkan korban langsung menuju TKP.

Baca Juga: PREVIEW dan Jadwal Tayang Queen of Tears Episode 3 dan 4, Momen Romantis Hae In dan Hyun Woo

Sayangnya setelah tiba di TKP namun korban sdh teggelam.

Dari kelima korban, 2 anak berhasil selamat.

Sementara 3 bocah lainnya meninggal dunia.

Korban selamat diketahui berinisial AR (16) dan IF (15).

Sementara korban meninggal berinisial MAH (16), FNW (14) dan AF (15).

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Jepang untuk dilakukan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan kemudian disampaikan Tim Inafis Polres Kudus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dr. Imam Purwanto tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan keluarga korban sudah menerimakan serta tidak bersedia dilakukan otopsi" tulis laporan tersebut.

Editor : Dzikrina Abdillah
#anak #banjir #tenggelam #Kudus #Mejobo