KUDUS – Tradisi dandangan tahun ini terpusat di Alun-alun Kudus Kulon kawasan Menara Kudus. Mengusung tema Warisan Budaya Nusantara.
Tradisi Dandangan itu bakal ada beragam pentas budaya lokal Kudus di Alun-alun Kudus Kulon.
”Untuk pembukaan, diisi diskusi budaya. Menghadirkan Abah Kirun, Sosiawan Leak, dan Candra Malik. Acara itu rencana dibuka per 1 Maret selama 10 hari,” jelas Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santoso kemarin.
”Diskusi Jumat (1/3) pukul 19.30 di Alun-alun Kudus Kulon. Kemudian pentas budaya lokal hari berikutnya sampai penutupan dandangan,” jelasnya.
Ditambahkan, menghadirkan juga Azzahir di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pukul 19.30 WIB.
Kemeriahan tradisi Dandangan tetap ada dan budaya tersebut tetap dilestarikan. Jangan sampai pudar dan melenceng dari tradisi Dandangan yang sebenarnya.
Kemudian, menjelang puasa Senin (11/3) ada visualisasi tradisi Dandangan di Alun-alun Kudus Kulon.
Imam menjelaskan, sesuai SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terkait dengan warisan budaya tak benda (WBTB) tradisi Dandangan merujuk ada pelestarian budaya.
Oleh sebab itu, sentra kegiatan akan dipusatkan di Alun-alun Kudus Kulon.
Selain diwarnai dengan beragam tradisi Kudus, Dandangan juga akan dimeriahkan pula dengan hadirnya pasar malam selama sepuluh hari.
Saat ini, kata Andi, sudah ada sekitar 750an pendaftar yang ingin ikut meramaikan tradisi dandangan.
”Kami mengakomodasi pendaftar yang dari lokal atau asli Kudus. Mereka ikut ngalab berkah dari tradisi dandangan ini, dengan berdagang," ujarnya.
"Tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya, pusat kemeriahan sekitar kawasan Menara Kudus,” imbuhnya.
Menurutnya, tradisi dandangan tiap tahun menjelang Ramadan pasti diselenggarakan, karena sebagai wujud nguri-uri budaya yang ada di Kudus dan korelasi dari tradisi ini perekonomian masyarakat juga ikut terangkat. (san/zen)
Editor : Ali Mustofa