KUDUS - Tradisi dandangan tahun ini ada yang beda dengan tahun sebelumnya.
Kali ini, semua kegiatan tradisi dandangan dipusatkan pada Alun-alun Kulon (sekarang Taman Menara Kudus) yang ada di kawasan Menara Kudus.
Tradisi tahunan menjelang bulan Ramadan tersebut dimulai Jumat (1/3) hingga Minggu (10/3) 2024.
Baca Juga: Kondisi Terkini Pengungsi Korban Banjir Demak di Kudus: Pagi Bersihkan Rumah, Sore Kembali Ngungsi
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santosa, mengatakan tradisi dandangan akan diramaikan dengan berbagai prosesi budaya dan pasar malam.
“Temanya sesuai dengan SK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa Dandangan adalah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), jadi tradisi dandangan kembali ke asal yang terpusat di Alun-alun Kulon kawasan Menara Kudus,” ungkapnya.
Beragam kebudayaan khas Kudus akan ditampilkan dalam serangkaian acara tradisi dandangan selama sepuluh hari, mulai dari pembukaan hingga penutupan nanti, kegiatan full penampilan adat budaya di Alun-alun Kulon Kudus.
Pihaknya, juga membeberkan akan ada ratusan pedagang yang ikut meramaikan tradisi dandangan.
Baca Juga: Agen Bus Kebingungan Terkait Uji Coba Buka-Tutup di Jalur Pantura Demak-Kudus, Ini Alasannya!
Saat ini, kata Andi, sudah ada 750 pendaftar dari pedagang lokal Kudus yang tercatat di Dinas Perdaganan Kudus.
“Kami konsepkan 70 persen itu pedagang asli Kudus yang meramaikan tradisi dandangan, sisanya pedagang dari luar kota,” tuturnya.
Lokasi pedagang yang ngalab berkah berjualan pada tradisi dandangan, ditempatkan di sepanjang Jalan Sunan Kudus, perempatan Jember, Jalan Kyai Telingsing, Jalan Menara hingga Perempatan Sucen Kudus.
Andi menambahkan, budaya dandangan tetap dilestarikan dan tradisi ini menyedot perhatian semua kalangan dan bisa mengangkat ekonomi masyarakat dengan ikut memeriahkan dandangan. (san/him)
Editor : Ali Mustofa