KUDUS – Pembukaan Jalur Pantura Demak-Kudus pada Minggu (18/2) mulai pukul 09.00 WIB diberlakukan sistem tutup-buka.
Hal ini masih adanya penyedotan genangan di beberapa titik daerah Kedungbanteng, Karanganyar, Demak yang masih ada genangan.
Sehingga untuk sementara jalur dari arah Kudus menuju Demak dan Surabaya kembali ditutup dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain seperti sebelumnya.
Pengamatan wartawan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan, area Tanggulangin atau tepatnya di sekitar kawasan Terminal Induk Jati Kudus pada hari ini ditutup.
KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Noor Alifi mengatakan, pagi hingga siang jalur pantura ditutup lagi.
Rencana akan dibuka sore atau saat proses pemompaan air di daerah Kedungbanteng selesai.
"Namun untuk pengguna jalan yang rumahnya di sekitar Tanggulangin kami perbolehkan melintas," ujarnya.
Pihaknya sendiri masih menunggu informasi dari Satlantas Polres Demak terkait pembukaan penuh jalur pantura tersebut.
Hal ini mengingat masih adanya proses penyedotan genangan air di beberapa titik di Karanganyar, Demak.
Pihaknya masih melakukan rekayasa lalu lintas dari hasil koordinasi dengan Satlantas Polres Jepara dan Satlantas Polres Grobogan.
Yakni dengan mengalihkan arus dari jalur pantura Demak ke Jepara maupun Grobogan.
Lantas, untuk kendaraan sumbu tiga pihaknya arahkan ke Jepara karena jalurnya lebih memadai.
Sedangkan untuk sepeda motor dan mobil pribadi pihaknya arahkan lewat Grobogan.
”Nantinya kalau proses pemompaan selesai akan dibuka. Ketinggian air di pantura saat ini hanya 20 sentimeter," imbuhnya. (ark)
Editor : Ali Mustofa