KUDUS – Jalan Pantura Kudus-Semarang di Desa Jati Wetan dan Tanjung Karang, Jati, lumpuh total.
Penyebabnya, banjir yang melanda Kabupaten Demak belum surut. Bahkan, kian parah.
Dari pantauan di lapangan Jawa Pos Radar Kudus, Jumat (9/2), kemacetan masih terlihat di sekitar Jalan Pantura Kudus-Semarang.
Kendaraan yang terjebak macet mayoritas truk yang hendak menuju Semarang.
Sementara kondisi genangan di Jalan Pantura Demak-Semarang kian parah.
Ketinggian air kian naik. Ini diakibatkan ada tanggul jebol lagi di Kabupaten Demak.
Lumpuhnya Jalan Pantura ini dikeluhkan para sopir. Salah satunya Cucu yang berangkat dari Probolinggo menuju Jakarta.
”Sejak kemarin siang (Kamis siang, Red) sudah ada di sini (Jalan Pantura, Red). Semalam tidur di sini (di atas truk, Red),” ungkapnya.
Ia mengaku sudah berusaha melintas ke jalan alternatif di Jepara. Namun, ia tidak bisa.
”Macet juga sana (jalan alternatif di Jepara, Red). Akhirnya saya parkir lagi saja di sini (Jalan Panturan Jati Wetan, Kudus, Red),” ujarnya.
Hal serupa dialami sopir bus lain Sutrisno. Ia terjebak macet di Jalan Pantura lantaran kondisi Kabupaten Demak terendam banjir.
Ia yang berangkat dari Pasuruhan, Jawa Timur, hendak menuju Jakarta membawa muatan air mineral hanya bisa pasrah.
Tadi pagi dia masih menunggu antrean truk untuk melaju. Dia tak menampik sudah dikejar target, agar segera bisa bongkar.
”Ini nggak bisa gerak. Belum tahu bisa jalan atau tidak. Sebenarnya sudah ditunggu, tetapi ya bagaimana lagi, kondisinya seperti ini (banjir, Red),” katanya. (gal)
Editor : Ali Mustofa