KUDUS – Masyarakat tumplek blek di Gebyar Pedagang Kaki Lima (PKL) sekitar Alun-alun Kudus yang dibuka Sabtu (6/1) sampai Sabtu (13/1).
Di lokasi itu pengunjung menikmati suguhan segala macam produk. Mulai makanan ringan hingga aksesori.
Selain itu masyarakat menikmati hiburan band dan lain-lain.
Harga yang ditawarkan juga standar, tidak mahal dan ramah dikantong.
Salah satu pengunjung Desi Rahmawati, warga Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, mengatakan sebenarnya mau lihat Gebyar PKL-nya Sabtu (6/1) malam, tapi dirinya takut kemalaman.
Sehingga baru pagi kemarin dia datang acara tersebut.
”Ya, saya niatnya sekalian car free day (CFD). Tapi, saya masih penasaran juga yang malam. Karena tadi yang di sepanjang Jalan Sunan Kudus banyak yang belum buka,” ungkapnya.
Sementara itu, kemeriahan Gebyar PKL Sabtu (6/1) malam, hiburan kali pertama live musik Disket Band.
Kondisi masyarakat juga ramai, tak jauh berbeda pada Minggu (7/1) pagi. Mereka menikmati musik ala-ala keroncong di tengah-tengah alun-alun.
Para PKL kinjeng (pakai kendaraan) mengitari bundaran alun-alun Simpang Tujuh.
Beragam jajanan yang dijual layaknya yang ada di sekolah. Seperti sostel (sosis telur), cilok, cilor maklor, dan banyak lainnya.
Di tempat terpisah, Plt Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santoso, mengatakan petugas dikerahkan semua untuk pengawasan Gebyar PKL, bersama petugas dari Dishub untuk mengatur kantong-kantong parkir.
”Ya, yang ditengah alun-alun sengaja kami khususkan untuk PKL kinjeng karena pagi itu harus bersih. Mulai jualan sore pukul 16.00. Tidak diperkenankan menggunakan tenda, harus bisa dibongkar pasang,” ujarnya. (san/zen)
Editor : Ali Mustofa