KUDUS – Pergelaran busana muslim yang dikemas dalam bentuk Kudus Fashion Week (KFW) berlangsung di Alun-alun Simpang Tujuh, Minggu (26/11) malam.
Pergelaran ini sebagai ajang menampilkan brand-brand lokal maupun daerah sekitar.
Moment yang fantastik itu, kesempatan bagi para perancang busana menampilkan karyanya.
Model rancangan terbaru mereka dipamerkan di hadapan tamu undangan yang hadir.
Di antaranya, ada Penjabat (Pj) Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda).
Tak ketinggalan, para istri pejabat juga ikut peragaan busana. Termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Dwi Yusi Sasepti.
Mereka berjalan di catwalk dengan mengenakan busana muslim yang lagi tren saat ini.
Kudus Fashion Week 2023 merupakan rangkaian haul ke-3 Habib Ja’far Al-Kaff yang dinilai bisa menjadi pemicu semangat generasi muda untuk semakin kreatif untuk berkarya.
Ada 16 brand yang tampil dalam KFW ini. Di antaranya, Ghiina Fashion, Dina Mulia, Caramels by Amelia, Raudhah Scraff, Hayfa Moeslim Wear, Fee Fashion, dan disusul belasan brand lain dari luar Kudus, termasuk Pati dan Grobogan.
Projec Manager Kudus Fashion Week Aris Magenta menyebut, event ini mengangkat tema ”Indonesian Chic of Moslem Fashion” yang sangat erat dengan kehidupan warga Kudus.
”Jadi temanya adalah baju muslim. Sesuai dengan apa yang sering dikenakan warga Kudus dan sekitarnya,” jelasnya.
Ia menyampaikan, setiap brand menampilkan enam look di atas catwalk.
Dari sekian peragaan busana rata-rata mengusung gaya kasual elegan.
Selain itu, owner dari brand lokal yang tampil usianya rata-rata di bawah 30 tahun dan mereka desain sendiri. Hasilnya luar biasa layaknya desainer andal.
Salah satu owner produk fashion, Hayfa Moeslim Wear Arina Islah Hana mengatakan, dia mengangkat look fashion minimalis dan elegan.
Dengan motif aurora yang dikombinasi dengan tempelan mote yang bling-bling.
”Gaya fashion saat ini mungkin masih diadopsi pada 2024 nanti. Dengan warna nude. Semua kalangan bisa memakai,” ujarnya.
Di usia 28 tahun, Arina mampu mengendalikan pasar fashion muslim miliknya sampai ke luar Jawa. Seperti Kalimantan dan Sumatera.
Ia mengambil konsep membuka distributor dan reseller.
Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan yang membuka acara sangat mengapresiasi Kudus Fashion Week 2023 ini.
Terlebih, kreativitas busana muslim di Kota Kretek saat ini sudah sangat berkembang.
”Selain memberikan hiburan gratis bagi masyarakat, event ini juga memberi kesempatan untuk memamerkan karya fashion muslim yang memadukan budaya lokal,” katanya. (san/lin)
Editor : Ali Mustofa