KUDUS - Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus memiliki program tahfidz yang menjadi salah satu unggulan program pembelajaran di sini. Program tahfidz didukung para guru yang kompeten. Total ada 14 muhafidz dan muhafidzah yang mengajar di sini.
”Yang menjadi keunggulan program tahfidz ini, karena para gurunya merupakan hafidz dan hafidzoh yang hafal 30 juz Alquran. Total ada 14 guru yang ber-sanad. Bahkan, ada yang memiliki sanad qiraah asyrah," terang Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus Abdul Wahid Alhafidz.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus yang menaungi madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) mewajibkan seluruh santrinya untuk menghafal Alquran.
Namun, ada kebijakan tersendiri soal hafalan ini. Tidak semua santri ditargetkan menghafal 30 juz. Target hafalan disesuaikan dengan akhlak dan kemampuan para santri.
”Tidak semua ditargetkan bisa hafal 30 juz, tapi ada pengelompokan. Kami urutkan berdasarkan akhlak dan kemampuan kecepatan hafalan. Kalau akhlaknya bagus dan nurut dengan guru, meski kemampuan kecepatan hafalannya biasa saja, tetap ditargetkan hafal 30 juz," jelas Abdul Wahid.
"Sedangkan jika ada santri akhlak kurang bagus, tetapi memiliki kecepatan hafalan, kami targetkan di bawahnya. Yang paling utama berdasarkan akhlaknya. Ya ada yang target 15 juz selama enam tahun atau ada juga yang ditarget hanya satu juz dalam satu tahun," lanjutnya.
Selain itu, ada pula program Dauroh Tahfidz. Program ini dilakukan untuk memfokuskan santri dalam berinteraksi dengan Alquran.
”Selama 7x24 jam para santri bersama Alquran. Mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi. Tujuannya mendekatkan diri dengan Alquran, melepas sejenak aktivitas lain, dan fokus pada Alquran," paparnya. (aua/lin)
Editor : Kholid Hazmi