Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Aniar Novianti Alumni UMK Kudus yang Getol Promosikan Pakaian Adat Pengantin Kudusan

Arika Khoiriya • Jumat, 3 November 2023 | 17:58 WIB

Aniar Novianti.
Aniar Novianti.
KUDUS - Siang itu, Aniar Novianti, 23, berjalan menuju Masjid Wali Loram Kulon. Ia mengenai pakaian serba putih bak pengantin.

Di sampingnya, juga ada laki-laki yang didandani layaknya seperti orang arab.

”Saya memakai baju adat ini baru dua kali. Momen pertama saat simulasi jadi pengantin acara desa wisata Loram Kulon. Setelah itu acara kirab ampyang maulid," katanya.

Kebetulan, perempuan asal Desa Gondosari, Gebog, Kudus itu, saat ini menjadi duta wisata Kabupaten Kudus 2023.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Cafe Aesthetic di Kudus, Punya Spot Foto Instagramable dan Cocok untuk Nongkrong

Ia juga turut ikut mempromosikan budaya dan wisata, terutama pakaian adat pengantin khas Kudus ini.

Saat memakai pakaian adat pengantin itu, ia didandani warga dari Desa Loram Kulon itu sendiri.

Meskipun, kata dia, didandani oleh make up artist (MUA) pada umumnya juga bisa.

”Menurut saya, dalam mengenakan baju adat Toto Kaji ini, tata letak perlengkapan aksesoris dengan gaunnya tidak boleh salah,” ujar perempuan lulusan Universitas Muria Kudus (UMK) itu.

Misalnya, jika dilihat mulai dari atas kepala, harus ada aksesoris mahkota. Kebetulan Aniar merupakan perempuan berhijab. Jadi hiasan di kepala bisa disesuaikan dengan model hijab yang dikenakan.

"Kalau untuk non-hijab mahkotanya biasanya lebih glamor lagi modelnya. Aksesoris kalung dan gelang juga tidak boleh lupa, pakai sarung tangan panjang warna putih juga," terangnya.

Aniar, menambahkan, busana tersebut merupakan perpaduan dari Arab, Eropa, dan Jawa. Warna putihnya juga sudah pakem.

Namun hanya modelnya saja yang kemungkinan masih bisa dimodifikasi (model hijab/non hijab, Red).

Namun sayangnya, sekarang yang zaman modern ini tidak harus pakai busana adat pengantin itu.

Tetapi untuk warga Desa Loram Kulon yang menikah wajib mubeng gapura Masjid Wali Loram Kulon.

"Menurut saya, calon pengantin juga bisa support dalam memakai baju adat pengantin Toto Kaji ini. Selain itu, ketokohan/tokoh-tokoh penting juga perlu mendukung penggunaan baju adat khas Kudus ini. Agar warga juga tertarik untuk melestarikannya, dan untuk menyakinkan kalau baju adat pengantin ini tuh sebetulnya tidak sejadul itu," imbuhnya. (ark/zen)

Editor : Abdul Rokhim
#baju pengantin #aniar novianti #sosok #Kudus