KUDUS – Mendiang Jacobus Busono, pendiri sekaligus chairman Pura Group, meninggalkan kenang-kenangan yang berharga untuk bisa dijadikan motivasi hidup.
Sebelum mangkat, Jacobus telah menerbitkan buku berjudul ”Think Big Star Small”.
Baca Juga: Melihat Prosesi Pemakaman Bos Pura Group Jacobus Busono di Komplek Head Office Pura Kudus
Buku itu sudah dicetak sekitar 32 ribu eksemplar.
Direktur PT Pura Barutama Bambang Handoko mengatakan, buku tersebut diterbitkan pada saat Jacobus menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2021 lalu.
Bambang Handoko juga memberikan sambutan di hadapan para pelayat di depan peti jenazah Jacobus Busono di Head Office Pura Group pada Jumat (27/10).
Baca Juga: Ini Dia Sederet Penghargaan yang Pernah Diraih Bos Pura Group Jacobus Busono
Ia menyampaikan permintaan maaf jika mendiang ada salah selama ini.
Dia juga bercerita sedikit mengenai buku yang ditulis oleh Jacobus.
”Melalui buku tersebut, mendiang Jacobus ingin menunjukkan dari hal-hal kecil akan ada tujuan yang besar. Filosofi ini menjadi budaya bagi kami (keluarga besar PT Pura, Red) untuk peduli dengan hal-hal yang kecil, tapi tujuannya lebih besar,” ucapnya.
Baca Juga: Ikuti Prosesi Pemakaman, PJ Bupati Kudus Kenang Mendiang Jacobus Busono sebagai Sosok Pemimpin yang Visioner
Pihak keluarga sendiri menyampaikan ucapan terima kasih atas semua ucapan belasungkawa yang diberikan kepada mendiang. Kepada semua pejabat pusat, provinsi, dan daerah; tokoh nasional; para customer; serta kolega Pura Group atas ucapan dan doa untuk mendiang Jacobus Busono yang menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (22/10) lalu.
Sementara itu, pada persemayaman jenazah, pelayat disediakan makanan dan minuman gratis yang dipesan dari 15 pelaku usaha di Kudus.
Disajikan selama tiga hari atau sampai proses pemakaman berlangsung pada Jumat (27/10) lusa.
Baca Juga: Pramono Anung Kenang Momen Berkesan Mendiang Jacobus Busono Sebelum Wafat
Meski telah berpulang beberapa hari yang lalu, karangan bunga belasungkawa terus berdatangan.
Hingga Jumat (27/10), panjang penempatan karangan bunga itu, sudah mencapai sekitar lima kilometer.
Tak hanya itu, pelayat juga masih berdatangan silih berganti.
Pramono Anung Beri Penghormatan Terakhir kepada Jacobus
Sekretaris Kabinet (Seskab) Indonesia Pramono Anung melayat teman lamanya yakni Pemilik sekaligus Chairman Pura Group Dr. (H.C.) Jacobus Busono di Head Office Pura Grup Kamis (26/10) siang.
Pada kesempatan itu ia berpesan, usai ditinggal mendiang Pura Group harus selalu berinovasi ke depan.
Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) ini tiba di Head Office Pura Group sekitar pukul 12.14 WIB bersama rombongan.
Pramono didampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kudus, Masan berasama anggota lainnya.
Seskab, Pramono Anung menyatakan, ia sengaja meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk melayat sahabatnya Jacobus Busono.
Baca Juga: Melayat ke Pura Group Kudus, Seskab Pramono Anung Ungkap Kedekatannya dengan Mendiang Jacobus Busono
Dirinya sudah berteman dekat dengan mendiang hampir 24 tahun.
”Saya ini teman dekat beliau, murni pertemanan. Jadi tidak ada urusan yang lain kecuali peretemanan,” katanya.
Selama mendiang hidup, Jacobus dinilai selalu berinovasi dan sering menemukan hal baru. Baik dari itu dari security printing, kertas uang, pengiring padi, dan lainnya.
Baca Juga: Penghormatan Meninggalnya Jacobus Busono, Pura Group Kudus Sediakan Stan Makanan Untuk Layani Pelayat
Perusahaan yang dimiliki Jacobus sudah sangat berkembang dan memiliki karyawan lebih dari 15 ribu.
”Peninggalan pak Bus ini bisa diteruskan oleh keluarganya. Kalau selalu improve seperti pak Bus membesarkan perusahaan ini,” ungkapnya.
Raih Sejumlah Penghargaan Mentereng Semasa Hidup
Jacobus Busono, pengusaha bertangan dingin asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah semasa hidupnya telah mendapat penghargaan tingkat nasional hingga internasional.
Bahkan, saking banyaknya inovasi yang dihasilkan, penghargaan yang telah diraih Jacobus Busono pun tak terhitung.
Salah satu penghargaan yang ia pernah raih ialah Bintang Mahaputra Nararya.
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 17 Agustus 2021 lalu berkat berinovasi di bidang kertas uang, kertas sekuriti, sistem anti pemalsuan, smart card, percetakan terintegrasi, dan teknologi.
Baca Juga: Meninggal Dunia, Ini Dia Harta Kekayaan Pendiri Sekaligus Pemilik Pura Group Jacobus Busono
Bintang Mahaputra Nararya merupakan jenis penghargaan sipil tertinggi, setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah nomor 35 tahun 2010, Bintang Mahaputera Nararya merupakan salah satu kelas dalam tanda kehormatan Bintang Mahaputera.
Tanda kehormatan itu diberikan oleh Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara.
Baca Juga: Bos Pura Group Jacobus Busono Berpulang : Karangan Bunga Duka Cita Dari Pejabat Berdatangan
Diketahui, kala itu penghargaan Bintang Mahaputera Nararya diserahkan Presiden Republik Indonesia, pada tanggal 12 Agustus 2021 di istana negara, di mana para penerimanya sekaligus diundang menghadiri Upacara Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2021.
Selain Bintang Mahaputra Nararya, Jacobus juga dipernah diganjar penghargaan atas kontribusi terhadap perlindungan kekayaan intelektual dengan jumlah terbanyak dari Kementerian Hukum dan HAM.
Bahkan, dia juga pernah meraih kehormatan sebagai "Perekayasa Utama Kehormatan 2015" di bidang teknologi material dari Majelis Perekayasa Nasional Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Sosok Jacobus Busono di Mata Karyawan
Jacobus Busono, pendiri PT Pura Jacobus Busono meninggal pada Minggu (22/10) lalu.
Agung Subani, Direktur HR & GA Pura Group mengatakan, keluarga besar Pura Group ingin menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional, pemimpin serta panutan yang telah banyak berjasa membangun Pura Group.
Menurut Agung, mendiang meninggalkan kenang-kenangan yang berharga untuk bisa dijadikan motivasi hidup.
Kini, tangan dingin yang juga satu-satunya wiraswasta dari Indonesia dalam Word Entrepreneurship binaan Presiden Prancis dengan kekayaan US$152 juta itu pun telah berpulang. (san/lin)
Editor : Abdul Rokhim