Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Tovkhatun Naabila Mahasiswi Kedokteran UGM asal Kudus yang Haus dengan Ilmu

Arika Khoiriya • Selasa, 3 Oktober 2023 | 22:44 WIB
Thovkhatun Naabila.
Thovkhatun Naabila.

KUDUS - Memasuki semester VII, mahasiswa Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, justru semakin haus akan ilmu.

Baca Juga: Dituntut Kembalikan Uang Nasabah Rp5,8 Miliar, Begini Sikap Bank Mandiri Kudus

Thovkhatun Naabila, mahasiswi berusia 22 tahun ini, memiliki cita-cita ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.

Baca Juga: Duh! Akun TikTok Ade Bhakti Mantan Camat Gajahmungkur Semarang Hilang : Buzzer Rajin Nge-Report!?

”Setelah lulus ingin membuka praktik sendiri di rumah dan bekerja di rumah sakit. Namun, saya juga ingin melanjutkan jenjang spesialis obgyn (dokter spesialis kandungan)," jelasnya.

Perempuan yang akrab disapa Naabila ini menyatakan, ujian di dunia pendidikan kedokteran ternyata lebih banyak dari ekspektasinya.

Baca Juga: Oknum Sekdes di Kudus yang Terciduk Ngamar Bareng Wanita Selingkuhan di Hotel Demak Akhirnya Dinonaktifkan

Bahkan, setelah lulus nanti masih harus ujian lagi untuk memperpanjang sertifikasi kompetensi.

Dia selalu ingat jika dokter adalah long life learner. Artinya memilih menjadi seorang dokter berarti memilih untuk belajar sampai akhir hayat.

”Belajar di kedokteran tidak boleh merasa puas dan paling pintar. Melainkan harus selalu upgrade ilmu. Sebab, ilmu kedokteran merupakan ilmu yang tidak akan pernah berhenti berkembang," ujar perempuan asal Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, itu.

Baca Juga: Pemotor Berjatuhan Akibat Tumpahan Solar di Jalan Lingkar Ngembal Kudus, Begini Kondisinya

Sementara ini, Naabila masih menjalani pendidikan preklinik (belum pendidikan ke rumah sakit langsung).

Jadi, ujian praktiknya masih menggunakan pasien simulasi dan mannequin, tetapi tetap dengan kasus yang relevan.

Perempuan lulusan MA NU Banat Kudus itu, memilih ilmu kedokteran lantaran ingin bermanfaat bagi orang lain.

Baca Juga: Uang Rp 5,8 Miliar Raib di Bank Mandiri Kudus, Nasabah Gelar Demo, Ini Tuntutannya

Juga berusaha mempertahankan dan meningkatkan kehidupan seseorang melalui pelayanan kesehatan.

Menurutnya, menjadi mahasiswi FK tentu ada suka dukanya.

Dia menyebut, banyak materi yang harus dipelajari, dihafalkan, bahkan jadwal selalu full dari Senin sampai Jumat, pagi hingga sore.

Baca Juga: Duh... Manajemen Persiku Kudus Diberhentikan Askab PSSI, Ada Apa?

Namun, ia tetap semangat karena punya teman yang selalu support, baik dalam kegiatan akademik maupun yang lainnya.

”Terkadang saya dan teman-teman juga menyempatkan refreshing kalau habis ujian. Untuk saat ini, fokus ke skripsi sama persiapan untuk ujian kompre," imbuh perempuan yang hobi travelling ini. (ark/lin)

Editor : Abdul Rokhim
#mahasiswi #Tovkhatun Naabila #UGM #Kudus #universitas gadjah mada #kedokteran