KUDUS - Hari pertama bertugas Penjabat (Pj) Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan memimpin apel pegawai. Usai apel Bergas meninjau dan meresmikan pasar murah kemarin.
Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penangungan menekankan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Kudus untuk menjalankan tugas dengan pedoman 'Lebih Kuat Menapak Daripada Menggantung'.
Hal itu dapat dimaknai sebagai kekompakan dan sinergitas seluruh instansi untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama.
”Kalimat ini tentu mengandung sebuah makna. Kita akan kuat menapak kalau bisa melakukan pekerjaan secara bersama. Satu dengan lainnya saling melengkapi. Bukan satu sama lainnya saling menggantung," jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan kemajuan Kabupaten Kudus, pihaknya ingin seluruh instansi dapat menyajikan data statistik sebagai acuan untuk mendukung dan menilai pekerjaan yang dilakukan.
Menurutnya, tingkat keberhasilan atau tidaknya sebuah pekerjaan dapat dilihat dari data statistik yang disajikan.
Dia melihat, ketika ingin meningkatkan suatu pekerja harus mengacu pada data.
Jika data menjadi problem, maka ke depan dirinya ingin penyajian data tidak menjadi suatu permasalahan lagi.
Sementara itu, penyelenggaraan gerakan pangan murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah diapresiasi oleh Bergas.
Hal itu sebagai bentuk menjaga kestabilan harga pangan kepada masyarakat.
”Semoga ini berlangsung terus. Tidak hanya dibantu oleh pemerintah provinsi. Kami mendapat informasi Pemerintah Kabupaten Kudus akan melakukan itu,” katanya.
Kegiatan ini juga sebagai langkah menjalankan program strategis nasional. Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari menyatakan, kegiatan itu dilaksanakan menyusul tingginya harga pangan di pasar. Hal itu sebagai langkah cara menekan harga di pasaran.
”Tentunya dengan menggelontorkan harga pangan murah. Cara murah ini diperoleh ada program beras yang kami hadirkan dari Bulog. Beras yang disubsidi pemerintah pusat jauh dengan harga pasar,” katanya.
Dia menambahkan, harga beras di pasar gerakan pangan murah dijual per kilogramnya Rp 10.600.
Sementara harga pasar berkisar Rp 12.900. Dalam acara tersebut, pihaknya menyediakan beras sebanyak enam ton. Serta telur ada 1,2 ton.
Dyah menyebut, harga telur di sini terpaut lebih murah ketimbang harga di pasaran. Yakni sebesar Rp 2 ribu. Harga tersebut bisa tercapai lantaran pihak dinas memberikan bantuan transportasi.
”Kalau di luar bisa Rp 25 ribu dan di sini Rp 22 ribu. Karena mendapatkan bantuan transportasi,” terangnya.
Pihaknya berharap, dengan gerakan pangan murah ini mampu mengisi kekosongan beras medium yang harganya masih tinggi.
Apabila kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan barang murah otomatis harga di pasaran bisa turun. (gal/zen)
Editor : Ali Mustofa