KUDUS – Pengurus Provinsi (Pengprov) Kickboxing Indonesia (KBI) Jawa Tengah menyayangkan ada pernyataan liar yang mengarah penyudutan pertandingan babak semifinal Porprov 2023.
Tuduhan ini, berupa adanya tudingan keterlibatan perangkat pertandingan kepada tuan rumah Kudus dan Kota Semarang.
Ketua Pengprov KBI Jawa Tengah Eko Firli menyatakan, memanasnya pertandingan ini terjadi saat Kabupaten Kudus kontra Kabupaten Wonosobo di babak semifinal.
Baca Juga: Aksi Ojek Menara Kudus Kebut-kebutan di Jalan saat Bawa Penumpang Bikin Was-was
Perangkat pertandingan saat itu, dituding memihak Kabupaten Kudus.
Pertandingan yang digelar di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) itu, dimenangkan Kudus.
Ofisial kemudian merayakan kemenangan dengan uforia berlebihan dan dianggap memancing emosi lawan. Namun uforia itu, dianggap Firli sangat lumrah.
”Kami semua di sini (lokasi pertandingan, Red) tidak punya kepentingan apa-apa. Kami murni untuk memajukan kickboxing di Jawa Tengah, tapi kok timbul statement yang tidak bisa diterima," katanya.
Baca Juga: Disdikpora Kudus Gandeng Radar Kudus Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Begini Keseruannya
Firli juga mengakui dalam pertandingan memang sempat ada kericuhan saat babak penyisihan dan semifinal.
Namun, kericuhan tersebut bisa diselesaikan. Salah satu oknum menuding penyelenggara lebih berpihak kepada Kudus dan Kota Semarang.
Akan hal itu, pihaknya mengadukan permasalahan ini kepada Polresta Pati. Terkait pernyataan liar di grup percakapan Whatsapp.
Baca Juga: Tak Ada Angin dan Hujan, Pohon Tumbang Timpa Warkop di Gebog Kudus, Begini Kejadiannya
Untuk menghindari kericuhan dan tudingan kepada penyelenggara, Pengprov KBI Jawa Tengah telah menindaklunjuti. Pihaknya telah bertemu dengan atlet, ofisial, dan pelatih. Pada pertandingan puncak, agar sepenuhnya percaya terhadap kepemimpinan wasit dan juri.
"Kamis (10/8) pagi kami mengimbau menjunjung sportivitas dan kondusivitas,” imbaunya.
Baca Juga: Ngakunya Teknisi PLN dan PDAM, Komplotan Maling Gasak Perhiasan Senilai Rp 20 Juta di Wergu Kulon Kudus
Pada ajang Porprov Jateng 2023 ini, diharapkan bisa mendapat atlet yang lebih baik dan mampu membawa ke tingkat nasional dan internasional.
”Karena Jateng kiblat kickboxing Indonesia. Karena di eksebisi PON Jateng juara umum dan SEA Game atlet asal Jateng mendapat satu emas juga satu perak,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) I PB Porprov Jateng Djatmiko mengatakan, cabang olahraga bela diri saat semifinal acap kali terjadi dinamika. Tensi pertandingan juga tinggi.
Baca Juga: Disatroni Maling, Dua Hardisk Komputer di Madrasah NU Salafiyah Kudus Raib, Begini Kronologinya!
Dia berharap, seluruh elemen baik atlet, pelatih, ofisial, dewan juri, dan wasit agar bersama-sama berkomitmen menjaga kelancaran pertandingan.
”Saya minta ofisial mengendalikan atlet dan pelatihnya. Pelatih harus mengondisikan. Jangan sampai pelatih membuat rebut sendiri. Percayakan semua kepada wasit dan juri," tegasnya. (gal/lin)
Editor : Abdul Rokhim