KUDUS - Puluhan mahasiswa PGSD FKIP UMK mengikuti pelatihan kewirausahaan membuat Ecoprint di Batik Gentamas. Pemilik usaha batik Gentamas Dasa Gentawati sekaligus menjadi pemateri dalam pelatihan Ecoprint.
Kegiatan pelatihan Ecoprint dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan. Dilaksanakan tanggal (2-16/8).
Program Pelatihan Ecoprint bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan materi kewirausahaan dalam bidang pendidikan.
ketua Prodi PGSD UMK Siti Masfuah, S,Pd.,M.Pd. juga menuturkan bahwa salah satu profil lulusan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus diantaranya Edupreneur.
Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar harus membekali mahasiswa agar mempunyai jiwa wirausaha, khusunya di bidang pendidikan.
Selain itu, kebijakan Kampus Merdeka mendorong pengembangan minat wirausaha mahasiswa dengan program kegiatan belajar yang sesuai.
"Dalam rangka implementasi MBKM tersebut, maka Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan membuat Pedoman Kegiatan Pembelajaran di Luar Perguruan Tinggi khususnya Program Kewirausahaan.” pungkasnya.
Pelatihan MBKM Batik Ecoprint bagi mahasiswa PGSD bertujuan untuk mengembangkan keterampilan seni dan budaya serta memberi inspirasi bagi mereka untuk menjadi pendidik yang kreatif dan berwawasan budaya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para mahasiswa PGSD dapat mengintegrasikan seni batik dan ecoprint dalam pembelajaran di sekolah dasar, sehingga turut berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Indonesia di kalangan generasi muda.
Sementara itu, pemilik Batik Gentamas, Dasa Gentawati, merasa sangat senang dapat berkolaborasi dengan mahasiswa PGSD UMK.
"Saya merasa senang karena bisa memberi kesempatan ke mahasiswa untuk belajar tentang Ecoprint. Mereka berproses secara langsung saat membuat Ecoprint," ungkapnya.
"Semoga pelatihan ini dapat memicu minat mereka dalam menggali lebih dalam tentang kekayaan budaya Indonesia. Juga membuka peluang baru di dunia bisnis batik," harapnya.
Selama pelatihan, peserta mendapat teknik-teknik khusus dalam pembuatan batik Ecoprint. Mereka belajar berbagai macam bahan alami yang dapat digunakan sebagai pewarna. Seperti daun, bunga, dan akar tanaman, serta cara mengaplikasikannya pada kain untuk menciptakan pola-pola menarik.
Salah satu peserta pelatihan, Maulana Ichsan, mengungkapkan kesan dan pengalamannya saat mengikuti Pelatihan.
"Pelatihan ini sungguh luar biasa. Saya sangat terinspirasi oleh keindahan Ecoprint. Terutama saat kami menggunakan bahan alami untuk menciptakan karya seni yang bernilai tinggi," ungkapnya.
Ia juga berharap bisa mengaplikasikan apa yang yang telah dipelajari untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerahnya. (lia/*)
Editor : Ali Mustofa