KUDUS – Para siswa SMA se-Kabupaten Kudus mengikuti kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) pada Selasa (8/8).
Diselenggarakan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus bersama Jawa Pos Radar Kudus.
Para peserta sebelumnya mengira pelatihan ini membosankan, ternyata enjoy.
Baca Juga: Ngakunya Teknisi PLN dan PDAM, Komplotan Maling Gasak Perhiasan Senilai Rp 20 Juta di Wergu Kulon Kudus
Sebab, pematerinya santai dan materi mudah dipahami. Bahkan, ada yang ingin tambah waktu untuk diskusi.
Bertempat di hall Radar Kudus Building, kegiatan LDK dihadiri sekaligus dibuka oleh Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada bersama dengan Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi serta didampingi Kabid Kepemudaan Iswahyudi.
Saat sambutan, Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi menyampaikan, siswa yang ikut pelatihan ini, merupakan siswa terpilih yang dikirim sekolahnya masing-masing.
”Event-event kami selenggarakan banyak yang melibatkan siswa. Jawa Pos Radar Kudus tak hanya menyajikan informasi dalam bentuk berita, tapi juga wadah untuk mengekspresikan kegiatan siswa dan lainnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Enam Ribu Buruh Rokok di Kudus Tak Terkaver JKN, Begini Tanggapan BPJS Kesehatan
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengatakan, LDK ini digelar untuk mencetak pemimpin-pemimpin pada masa mendatang. Harapannya, materi-materi yang diberikan pemateri bisa diserap.
”Ini (para peserta, Red) calon pemimpin. Sebab, kalian siswa pilihan yang dikirim sekolah. Jadi, ini kesempatan kalian semua untuk belajar menjadi pemimpin,” jelasnya.
Sebelum masuk materi, ada penyerahan tas dan kaus acara secara simbolis dari kepala Disdikpora Kudus dan direktur Radar Kudus kepada siswa dari SMA Masehi dan SMA 2 Kudus.
Pada LDK ini, ada sejumlah materi yang diberikan. Di antaranya manajemen organisasi, leadership, public speaking, dan manajemen konflik.
Baca Juga: Sempat Viral di Media Sosial Dua Warga di Kudus Dikira Korban Begal, Ternyata Pengeroyokan Usai Karaoke
Tak hanya itu, LDK ini juga membawa kesan tersendiri bagi para peserta.
Salah satunya yang disampaikan M. Bagas Firmansyah, ketua OSIS SMA NU Al Ma’ruf Kudus.
Ia mengaku bangga bisa mengikuti kegiatan LDK ini.
”Bersyukur lah kami yang terpilih mewakili sekolah masing-masing. Ini adalah orang yang berpotensi sebagai calon pemimpin masa depan yang hebat, keren, dan joss pokoke,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pematerinya bukan kaleng-kaleng.
”Orang-orang (pemateri, Red) yang luar biasa. The best dan menjadi inspirasi. Khususnya calon pemuda pemimpin masa depan,” jelasnya.
”Semoga Radar Kudus semakin jaya jaya jaya, maju, sukses selalu, dan semoga semua apapun itu yang diharapkan segera Allah qobul-kan. Tetap selalu menyebarkan berita yang bermanfaat bagi siapapun,” imbuhnya.
Baca Juga: Disatroni Maling, Dua Hardisk Komputer di Madrasah NU Salafiyah Kudus Raib, Begini Kronologinya!
Kesan lainnya, disampaikan Regina dari SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus.
Dia mengatakan, acara LDK ini bagus, nyaman, dan juga bisa berkenalan dengan teman-teman yang berbeda sekolah serta mendapat ilmu yang lebih luas tentang kepemimpinan.
”Tempat pelatihannya sangat nyaman. Hal ini dibuktikan dengan lantai ruangan bersih, banyak pendingin ruangan, WC yang wangi dan bersih, serat konsumsi yang cukup,” kata Regina.
Dia menambahkan, materi pelatihan yang dibawakan juga cukup baik, sehingga membuat peserta pelatihan bisa memahami yang disampaikan pemateri.
Baca Juga: Tak Ada Angin dan Hujan, Pohon Tumbang Timpa Warkop di Gebog Kudus, Begini Kejadiannya
”Pematerinya kompeten dalam membawakan materi pelatihan, sangat jelas dalam menyampaikan materi, datang tepat waktu, serta memperbolehkan peserta bertanya dengan bebas. Terima kasih ilmu yang diberikan,” ungkapnya.
Yusi Widya Wardani dari SMAN 2 Bae Kudus menambahkan, dia merasa bangga karena dapat menjadi bagian dari LDK ini. Juga senang bisa bertemu rekan-rekan OSIS dari SMA/SMK se-Kabupaten Kudus.
Sehingga bisa sharing pengalaman organisasi dari masing-masing sekolah.
”Materi yang disajikan mudah dipahami dan tentunya seru. Pesan saya untuk LDK hari berikutnya mungkin dapat diberikan lebih banyak waktu untuk diskusi antarpengurus maupun ketua OSIS,” terangnya. (san/lin)
Editor : Abdul Rokhim