Kepala Desa Gulang Aris Subkhan mengatakan, Desa Gulang yang memiliki luas wilayah 515.707 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 7364 jiwa yang mayoritas petani. Namun sebelumnya kesulitan untuk mengangkut hasil panen karena kondisi JUT licin dan sulit dilalui kendaraan.
Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo lalu menggandeng pemerintah daerah Kabupaten Kudus untuk meningkatkan perekonomian petani dengan membangun infrastruktur JUT.
TNI Angkatan Darat memiliki program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sendiri, ujar dia, merupakan salah suatu program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan.
TMMD Reguler ke-116 yang dilaksanakan di Desa Gulang Kecamatan Mejobo mengusung tema "Sinergitas Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat”.
Sasaran TMMD yang dilaksanakan sejak (10/5) Dann berakhir pada (8/6) tersebut di antaranya pengecoran JUT sepanjang 1120 meter, dengan lebar 3 meter dan tebal 0,15 meter. Ditambah rehab dua unit rumah tidak layak huni (RTLH), dan satu unit pos kamling.
Selain itu juga terdapat sasaran non fisik berupa penyuluhan bela negara, radikalisme, terorisme, blatkom. Lalu penyuluhan KB, kesehatan masyarakat, bahaya narkoba, pertanian, destana, kamtibmas, pemberdayaan masyarakat, UMKM, stunting, keterampilan masyarakat, pembinaa mental dan wawasan kebangsaan.
Program TMMD resmi dibuka oleh bupati pada (10/5). Bupati Kudus Hartopo menilai TMMD menjadi tongkat untuk memajukan daerah. Ia pun meminta kepada masyarakat juga untuk bersama-sama membangun desa. Sehingga kedepannya masyarakat dapat terbantu dengan adanya TMMD.
Mamik Selamet, salah satu warga Desa Gulang, menyebut TMMD dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah, pihaknya berharap ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keharmonisan, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat telah menjadi salah satu pilar tegaknya NKRI.
“Tak hanya pengecoran jalan, dua rumah warga yang dinilai paling tidak layak huni juga mendapat perhatian dari pasukan yang diturunkan ke Desa Gulang," terangnya.
Dandim Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo melanjutkan, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan dengan melakukan penyuluhan UMKM, dengan memanfaatkan enceng gondok untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Program TMMD yang dimulai sejak tahun 1980-an dengan sebutan program ABRI Masuk Desa (AMD) ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia yang sebagian besar tinggal di daerah pedesaan. TMMD juga dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah yang masih sangat membutuhkan.
Program TMMD ini merupakan wujud kepedulian Kodam IV/Diponegoro untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong serta kemanunggalan antara TNI dan Rakyat dalam mengakselerasi program pemerintah yang sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama.
"Hasil sasaran fisik maupun pokok tambahan sudah selesai 100 persen. Semoga hasil yang sudah dicapai dapat bermanfaat bagi masyarakat, sehingga akses jalan yang sudah diperbaiki, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dibidang pertanian," tambah dandim. (ark) Editor : Ali Mustofa