Peserta dari Kelenteng Hok Hien Bio Kudus Agus Prabowo menyatakan, kiem aien atau patung dewa itu dibawa oleh setiap kelenteng, yang kemudian berlanjut dengan ritual penerimaan. Patung dewa yang dibawa dari setiap kelenteng itu juga disatukan dengan patung Mak Co, yang mana sebagai tuan rumahnya.
Setidaknya ada 50 kelenteng dari Jawa dan Bali yang mengikuti acara tersebut. "Pesertanya banyak, ada ribuan," katanya.
Acaranya kata dia, berlangsung ramai, wali kota Mojokerto juga hadir. Acara diawali dengan penerimaan Kiem Sien, dan diakhiri dengan kirab. Kirab dilaksanakan dari Kelenteng.
Kirab dilaksanakan dari Kelenteng Hok Siang Kong Mojokerto di Jalan PB Sudirman, dan berjalan mengitari jalanan protokol Kota Mojokerto. Yakni dengan rute kurang lebih 3,9 kilometer.
Ada juga pertunjukan kesenian yang didatangkan dari Singkawang, Kalimantan Barat. Serta ada juga pertunjukan Kio goyang yang dilakukan peserta, dengan tujuan untuk hiburan.
"Yang kami bawa dari Kelenteng Hok Hien Bio Kudus dalam acara ini paling tidak itu kongco, kio goyang, tambur, dupa, dan bendera," imbuhnya. (ark) Editor : Ali Mustofa