Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pantesan Banjir di Kudus Tak Kunjung Surut, Ternyata Ini Biang Keroknya

Ali Mustofa • Rabu, 1 Maret 2023 | 18:36 WIB
TAK MAU NGUNGSI: Salah satu warga di daerah Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus, memasak di dapur kemarin. (DONNY SETYAWAN/ Radar Kudus)
TAK MAU NGUNGSI: Salah satu warga di daerah Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus, memasak di dapur kemarin. (DONNY SETYAWAN/ Radar Kudus)
KUDUS – Curah hujan tinggi kembali menyebabkan banjir di beberapa daerah di Kudus sejak Kamis (23/2). Diduga banjir juga akibat dari sungai yang tak pernah dinormalisasi.

”Sekarang ini air tinggi. Belum pernah dinormalisasi. Rencana tahun ini. Paling kalau setiap air turun, kami baru bisa bersih-bersih eceng gondok," jelasn Rokimi Warga Desa Temulus selaku pengelola Wisata Jeratun Seluna.

Dia menyebut saat curah hujan tinggi pihaknya tidak mungkin menjalankan kegiatan di Jeratun Seluna.  Pihaknya berharap jika sungai JU 1 dapat segera dinormalisasi.

”Kalau sudah dinormalisasi rencana nanti buat tempat selfie dan mengoperasikan kembali kapal perahu,” tandasnya.

Sementara banjir masih terjadi. Di antaranya Desa Ngemplak dan Karangrowo Undaan, dan Desa Payaman, Mejobo, hingga Jati Wetan. Normalisasi beberapa titik sungai pun menjadi pilihan untuk mengurangi dampak banjir tersebut.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kudus Syarif Hidayat mengatakan untuk mengatasi saluran banjir di Kudus bagian selatan itu perlu normalisasi sungai Wulan. Sebelum anggaran itu tersedia dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, langkah pertama menormalisasi sungai Kencing I. Pengadaan kolam retensi baru dan pengadaan pompa.

Sedangkan Kudus bagian barat, rencana dari BBWS akan menghubungkan aliran serang Wulan drainase (SWD) I dan SWD II.

”Normalisasinya sungai kencing I beserta jaringan, kolam retensi baru sendiri berada di lahan milik negara yang dikelola oleh BBWS Pemali Juana. Sementara untuk sungai juwana (JU) I sendiri juga perlu dinormalisasi karena kondisi dangkal dan berenceng gondok,” jelasnya.

Dia menjelaskan penyebab banjir dikarenakan curah hujan tinggi, dataran rendah, serta sungai JU atau Jeratun dangkal dan berenceng gondok. Sehingga air banjir tidak bisa mengalir ke sungai.

Selain itu juga drainase tepi jalan Payaman dan Karangrowo juga dangkal dan berenceng gondok.

"Soal waktu pelaksanaan rencana BBWS Pemali Juana akan mengadakan rakor teknis. BPBD sendiri bertugas mengusulkan dan memfasilitasi usulan sesuai tupoksi bidang RR,” jelasnya.

Pihaknya sedang menaikkan nota dinas kedua. Itu sebagai laporan penugasan awal. Apabila didisposisi perintah koordinasi dan fasilitasi lanjutan, pihaknya siap melaksanakan.  (ark/zen) Editor : Ali Mustofa
#curah hujan tinggi #normalisasi sungai #banjir di kudus #bpbd kudus #Kudus #BBWS Pemali Juana