Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ribuan Peserta Berebut Kursi Perangkat Desa di Kudus

Ali Mustofa • Rabu, 15 Februari 2023 | 18:08 WIB
KONSENTRASI: Para peserta mengerjakan soal ujian pengisian perangkat desa serentak di Gedung Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KONSENTRASI: Para peserta mengerjakan soal ujian pengisian perangkat desa serentak di Gedung Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS – Seleksi ujian perangkat desa (perades) mengalami kendala server saat peserta login. Kendala itu terjadi sekitar 10 menit. Temuan ini terjadi saat seleksi ujian perangkat desa yang diselenggarakan di SMP 1 Kudus kemarin. Operator server segera menghampiri peserta tes yang mengalami trouble itu.

Ada 11 ruangan yang digunakan untuk tes ini. Per ruangan diisi 30 peserta tes. Di antara tes ini, ada 68 desa yang bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Dengan total ada 3.800 peserta seleksi. Penyelenggarannya di SMP 3 dan 5 Kudus. Dengan penilaian menggunakan computer assisted test (CAT).

Gesti, warga Desa Jurang, Gebog, mengaku sempat mengalami trouble. Sekitar 10 menit ketika dia hendak login selalu gagal. ”Awalnya login-nya susah jaringan, tapi tidak mengganggu waktu pengerjaan,” katanya.

Gesti yang mendaftar formasi sekretaris Desa Jurang mengaku, soal tes dirasa sulit. Meski demikian, dia optimistis bisa lulus tes ini.

Dia merupakan peserta tes yang menjalani sesi pertama. Ia masuk ke ruang tes sekitar pukul 07.00 dan keluar sekitar pukul 10.00. Total yang dikerjakan ada 100 soal. ”Pas tryout (Senin, Red) lancar. Soal saat tryout berbeda dengan saat tes. Tapi kisi-kisinya mirip,” ungkapnya.

Sementara itu, Vendor dan Operator PT Gama Rental Firman mengatakan, trouble itu terjadi lantaran koneksi internet terputus. Dari laporan yang diperoleh, ada lima peserta yang mengalami gangguan itu. ”Trouble ini terjadi saat sesi pertama saja. Penanganannya hanya sekitar satu menit,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga menyediakan opsi jika muncul kemungkinan terburuk saat ujian. Yakni menyediakan 30 laptop cadangan untuk peserta yang mengalami kendala perangkat.

Selain masalah saat login itu, juga ada keluhan dari peserta tes tentang hasil ujian yang tidak langsung keluar. Ini kemudian menimbulkan tanda tanya besar dari peserta.

Penyelenggaraan tes di SMP 1 dan 5 Kudus memang disediakan layar untuk memantau nilai hasil ujian. Namun, kondisi layar tersebut tak menyala. Hasil nilai secara real time tidak bisa muncul.

Keluhan ini salah satunya diungkapkan Aguh Prayogo, peserta seleksi formasi sekretaris Desa Margorejo. ”Hasil di monitor setelah selesai mengerjakan tes tidak langsung keluar hasilnya di layar monitor laptop,” katanya saat ditemui usai ujian.

Selain itu, ia mempertanyakan usai mengerjakan soal peserta tidak diperbolehkan langsung keluar ruangan. Harus menunggu 30 menit.

Terkait jumlah soal, peserta mengerjakan 100 soal dengan waktu 100 menit. Untuk jenis soalnya, mulai dari pengetahuan umum, psikotes, dan tupoksi tentang perades. ”Menurut saya soalnya mudah. Yang mumet itu tes psikologi,” ungkapnya sambil tersenyum.

Terkait hasil ujian, kata dia akan diberikan melalui link yang dikirim langsung oleh panitia. Link tersebut diberikan saat siangnya. Untuk hasilnya, nanti pihaknya meminta ada transparansi yang disampaikan kepada peserta.

Hal serupa dialami Dian Utami, 25, warga Desa Besito, Gebog. Ia tidak mendapatkan hasil nilai ketika sudah selesai ujian. Namun, saat mengerjakan ia tidak mengalami kendala server. ”Saya ikut try out soalnya beda. Namun, intinya sama dengan tes CAT saat ini,” katanya.

Ia melamar dari posisi sekdes. Untuk informasi nilai akan diinfokan lebih lanjut. ”Menurut informasi pengumuman dikirim lewat desa,” imbuhnya.

Photo
Photo
PANTAU HASIL: Peserta dan petugas memantau hasil nilai ujian di layar yang disediakan oleh penyelenggara di SMA 1 Kudus kemarin. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Pemandangan berbeda pada penyelenggaraan seleksi di SMA 1 Kudus. Peserta ujian langsung memantau nilai mereka di depan layar monitor saat keluar ruangan.

Penyelenggara ujian di SMA 1 Kudus bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Ada 522 peserta dari 10 desa di lokasi ini.

Setiawan, peserta dari Desa Glantengan, Kota, bisa mengecek nilainya di layar TV yang disediakan. Selain itu, rekap nilai juga keluar di layar laptop ia usai mengerjakan soal tes. ”Kalau soalnya agak sulit,” kata pria yang melamar posisi kaur umum ini.

Terpisah, Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kudus Dian Noor Tamzis menuturkan, pihaknya belum mengecek teknis tersebut. Sebab, itu ranah penyelenggara, perguruan tinggi terkait. ”Kami hanya memastikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Surat resmi sudah kami kirim, agar penyelenggaraan transparan. Harapan kami bisa memunculkan perangkat desa berkualitas,” ungkapnya.

Dikonfirmasi hal itu, pihak PIC Unpad Thoriq Fazri di SMP 1 Kudus membenarkan dengan sistem itu. Terkait faktor pemilihan sistem, pihaknya belum merespon saat dihubungi kemarin. ”Pada pukul 17.06 hasil ujian dua sesi telah di-uplod di website,” katanya.

Seleksi juga digelar di Gedung Graha Mustika. Desa yang menggelar tes di sini, bekerja sama dengan Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang.

Dari pantauan wartawan kemarin, di sebelah selatan gedung tampak panitia desa fokus menonton live score melalui layar TV LED. Sedangkan peserta yang hendak maju ke sesi kedua tengah berbaris duduk di halaman depan gedung.

Imam Syaiful, pengawas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menyatakan, pada sesi pertama itu seharusnya ada 142 peserta yang hadir. Namun, hanya ada 126 peserta yang terkonfirmasi. Artinya, ada 16 peserta yang tak hadir.

”16 peserta yang tidak hadir itu, dengan berbagai alasan. Ada yang tidak dapat izin ikut tes (karena masih bekerja) atau juga mundur sendiri. Otomatis hangus,” kata kasi Kerja Sama Desa dan Informasi Desa Dinas PMD.

Koorditor Panita Pelaksanaan Ujian Perangkat Desa dari pihak Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang Antono Adhi mengatakan, pada sesi pertama seleksi untuk tiga desa dari Kecamatan Bae. Meliputi, Desa Purworejo, Dersalam, dan Peganjaran. Tiap desa butuh tiga formasi.

Dia menjelaskan, sesi pertama digelar pukul 09.00-10.30, sesi kedua pukul 11.00-12.30, dan sesi ketiga pukul 13.00-14.30. Tiap sesi langsung diketahui nilainya dan diadakan berita acara pemeriksaan (BAP) yang ditandatangani pihak universitas, kades, dan camat.

”Kalau ada peserta yang telat sendiri harus buat berita acara. Kemudian lapor panitia desa, agar diputuskan bisa ikut atau tidak,” tambahnya.

Unisbank sendiri menyelenggarakan seleksi untuk 10 desa dari tiga kecamatan. Melipti, Kecamatan Bae ada Desa Purworejo, Dersalam, Peganjaran, dan Karangbener; Kecamatan Kota ada Desa Burikan, Kramat, Rendeng, Nganguk, dan Mlati Lor; serta Kecamatan Jekulo untuk Desa Tanjungrejo. (gal/ark/lin) Editor : Ali Mustofa
#seleksi ujian perades #perangkat desa di kudus #kursi perangkat desa #Kudus