Bupati Kudus HM Hartopo sebelumnya telah meminta dinas terkait untuk menertibkan pedagang yang nekat di lahan bekas Matahari. Terkait rencana relokasi tersebut saat ini pihaknya tengah memerintahkan dinas terkait mensurvei lokasi pemindahan.
Hartopo menambahkan ada dua opsi tempat relokasi yang direncanakan. Yakni di Pasar Hewan Gulang dan eks Gedung Ngasirah.
"Biar di sana bersih. Tiap malam saya ke sana menertibkan truk. Terlihat kumuh ketika ada orang berjualan di sana,” ungkapnya.
Dari temuan di lapangan, Hartopo menyebut ada pembangunan bedeng liar. Dan kini telah ditertibkan oleh Satpol PP Kudus.
Setelah menentukan lokasi relokasi, nantinya pedagang diberikan sosialisasi tempat pemindahan. Berbarengan dengan itu, pihaknya akan mendata jumlah pedagang.
"Suplai besar berasal dari pedagang luar kota. Itu akan mempengaruhi inflasi sayur mayur,” katanya.
Diharapkan penataan ini tidak membuat kumuh muka kota Kudus. Sekaligus untuk menarik investor masuk ke Kudus.
Menurut Hartopo, saat ini sudah ada investor yang berminat menanamkan investasi di Kudus. Namun hal itu hanya sebatas ketertarikan belum ada keseriusan.
Lokasi eks Matahari itu sementara waktu akan direncanakan parkir RSUD Loekmono Hadi. Jika aset tersebut dibutuhkan Pemda maka tempat parkir tersebut dipindah kembali.
"Nanti biar ada klausul aset dengan RSUD untuk tempat parkir, jika dibutuhkan Pemda bisa segera pindah, " katanya. (gal/zen) Editor : Ali Mustofa