Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Olahraga Kodhori mengatakan ini disebabkan baterai LPJU habis dan harus diganti.
Dia mengatakan, satu tiang LPJU, anggaran perbaikan yang dibutuhkan mencapai Rp 10 juta. Anggaran menjadi Rp 25 juta, jika ada kerusakan pada solar cell.
“Kami sudah mengusulkan anggaran untuk LPJU di Balai Jagong sebesar Rp 1 miliar,” ungkapnya.
Dia mengatakan, sekitar 100 titik LPJU yang mati baru empat yang sudah dibenahi dengan anggaran dana darurat sebesar Rp 187,25 juta. Selebihnya, dianggarakan 2024. Namun, pihaknya 2023 tetap mengusulkan untuk perbaikan LPJU di APBD perubahan nanti.
Kodhori mengatakan, perawatannya memang cukup mahal. Karena menggunakan solar cell dan satu baterai untuk satu LPJU harganya Rp 3,5 juta, sedangkan lampunya seharga Rp 5 jutaan itu untuk satu lampu.
“Memang kawasan Balai Jagong banyak spot-spot dengan kondisi yang gelap karena LPJU mati. Dan, batrenya saatnya ganti karena sudah empat tahun, karena mulai pemasakan LPJU tersebut sejak 2018,” ungkapnya.
Dia mengatakan ada empat lampu yakni titik sebelah barat, kemudian spot panjat tebing ada dua lampu dan bagian sisi timur yang diganti. Estimasi untuk pembenahan LPJU keseluruhan butuh anggaran sekitar Rp 3 miliar.
“Ya kami sudah berupaya tiap tahun mengusulkan untuk memperbaiki LPJU yang mati. Kami juga ada kekhawatiran kalau tempat tersebut disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif. Semoga saja tahun depan dapat anggaran diperubahan, meski terbatas,” terangnya. (san/mal) Editor : Ali Mustofa