Penata rias pengantin Kudus Aris Yuni Astuti yang terpilih mewakili Jawa Tengah mengaku, pakaian yang akan diperkenalkan yakni pakaian adat Kudus yang sudah dikombinasikan pada gaun pengantin. Pakaian yang selama ini hanya untuk penyambutan tamu, ditangan Aris dijadikan busana pengantin yang unik dan menarik.
“Ya sebenarnya ide untuk membuat pakaian Adat Kudus (pengantin) sudah ada sejak 2017. Dalam membuat pakaian ini, saya tetap memperhatikan pakem pakaian Adat Kudus, seperti pakai caping kalo, selendang toh watu, tetap pakai jarit, dan aksesori pakaian adat. Cuma, jenis busananya yang saya sesuaikan dengan masa kini,” ungkapnya.
Dia mengaku, bangga bisa mewakili Jawa Tengah untuk menampilkan pakaian adat Kudus di acara nasional Kementerian Perindustrian yang akan dilaksanakan Rabu (7/12) di Jakarta. Dalam rangka mengisi acara penghargaan perempuan inspirasi Indonesia.
Dia mengatakan, kesempatan ini menjadi ajang promosi kebudayaan Kudus salah satunya pakaian adat Kudus. Tidak ada yang namanya pakaian ketinggalan zaman, justru pakaian adat Kudus ini tak lekang oleh waktu.
Pakaian adat ini tidak hanya dikenakan dalam acara seremonial menyambut tamu, tetapi juga bisa diterapkan untuk gaun pengantin. “Responnya bagus. Banyak yang pesan baju pengantin dengan gaun pakaian adat Kudus,” terangnya.
Tak sendirian, ada perajin batik Kudus yakni Amba Budaya Batik yang juga didaulat mewakili Jawa Tengah diacara tersebut (red Kementerian Perindustrian). (san/mal) Editor : Ali Mustofa