Ketua LKKNU Kudus Sutejo mengatakan, biro jodoh telah resmi dibuka pada Rabu (26/10). Dari total 40 pendaftar tersebut, di antaranya ada dari kalangan lajang, janda, maupun duda.
Namun, pihaknya mengaku jika kebanyakan yang mendaftar dari kalangan lajang. Sebagai organisasi yang telah menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan, latar belakang pembukaan biro jodoh tersebut, karena masih ada banyak warga yang masih belum beruntung memiliki pasangan. ”Rata-rata permasalahannya karena mereka cenderung tertutup," jelasnya.
Ada juga permasalahan kebanyakan duda dan janda yang sebenarnya hendak ingin memiliki pasangan lagi, tapi tidak disetujui putra-putrinya. Untuk dari itu, selain program biro jodoh, sebenarnya LKKNU juga melayani konsultasi pernikahan/perjodohan sekaligus ada pembinaan pranikah.
Antusiasme masyarakat bagus, karena yang daftar ternyata tidak hanya warga Kudus, tetapi ada juga warga Pati dan Demak yang telah mendaftar biro jodoh ini.
Tata caranya, bagi warga yang hendak mengikuti biro jodoh dapat menghubungi call center 081326679383 atau 08122529622. Warga dapat tanya-tanya dan konsultasi terlebih dahulu. Atau setidaknya, dapat langsung ke gedung BWM SMK Assaidiyah, di Desa Kirig, Mejobo, Kudus.
”Persyaratan pendaftaran dengan membawa fotokopi KTP dan KK, ijazah terakhir, dan bukti surat kematian/cerai bagi yang janda maupun duda," ujarnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan link pendaftaran yang dapat diisi langsung melalui https://bit.ly/golekgarwoku. Pada link tersebut, pendaftar/calon pasangan dapat mengisi kriteria pasangan yang dinginkan. Pihaknya juga menyiapkan formulir terkait data diri untuk menjelaskan pekerjaan, kelemahan, kelebihan, minat/hobi, hingga target menikah.
”Bila ada pendaftar yang melakukan kebohongan data persyaratan, kami akan menghentikan proses perjodohan," imbuhnya. (ark/lin) Editor : Abdul Rokhim