Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prof Mudzakir Dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Hukum Islam IAIN Kudus

Ali Mustofa • Sabtu, 17 September 2022 | 16:24 WIB
PENGUKUHAN GURU BESAR YANG KETIGA: Rektor IAIN Kudus Prof Abdurrohman Kasdi (kiri) dan Prof Mudzakir (kanan) saat prosesi pengukuhan guru besar di aula lantai 4 Gedung Perpustakaan IAIN Kudus pada (16/9). (HUMAS IAIN FOR RADAR KUDUS)
PENGUKUHAN GURU BESAR YANG KETIGA: Rektor IAIN Kudus Prof Abdurrohman Kasdi (kiri) dan Prof Mudzakir (kanan) saat prosesi pengukuhan guru besar di aula lantai 4 Gedung Perpustakaan IAIN Kudus pada (16/9). (HUMAS IAIN FOR RADAR KUDUS)
KUDUS - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus kembali mengukuhkan guru besar, kali ini giliran Prof Mudzakir yang dikukuhkan oleh Rektor Prof Abdurrohman Kasdi. Setelah dikukuhkan, Prof Mudzakir sendiri tentu akan fokus pada pengembangan studi Hukum Islam.

Prof Mudzakir mengatakan pihaknya akan berkonsentrasi pengembangan bidang hukum Islam, terutama hal-hal yang berkaitan persoalan ditengah masyarakat. Pengetahuan masyarakat mengenai kognisi hukum Islam itu sendiri dinilai sudah bagus. "Persoalannya apa, hukumnya apa, pada umumnya masyarakat tahu," tuturnya.

Namun, kata dia, masih banyak yang mudah melanggar dan meninggalkan aturan, sehingga tidak konsisten dan komitmen pada norma hukum yang ada. Hal itu dikarenakan adanya akidah dan iman yang lemah, atau mungkin konstruksi iman disatu aliran agama itu yang pada dasarnya sudah lemah.

Maka hukum Islam, ujar dia, supaya bisa jadi kuat, harus menjadi satu kesatuan keberagamaan secara utuh. Baik dibidang hukum, moral, dan iman. Kalau hanya berdiri sendiri itu sulit untuk untuk bisa menyelesaikan problematika yang terjadi ditengah masyarakat.

Tugas utama guru besar sendiri yakni pengembangan dan pengabdian kepada ilmu. Tiap guru besar pasti akan mengembangkan konseptualisasi dan teoritisasi kelilmuan. Terutama keilmuan Islam yang masih perlu dikembangkan sesuai konteks perkembangan keilmuan itu sendiri. Dengan bertambahnya guru besar di IAIN Kudus dapat membantu pengembangan bidang akademik.

Rektor IAIN Kudus Prof Abdurrohman Kasdi mengatakan capaian guru besar menjadi bagian penting dalam rangka transformasi IAIN ke universitas Islam negeri (UIN). "Target tahun ini submit proposal dan sekaligus kelengkapan dokumen, diharapkan tahapan selesai pada 2023. Jadi tahun itu target SK UIN juga turun," katanya.

Ketika sudah bertransformasi menjadi UIN nanti, bisa jadi ada perubahan dan penambahan, misalnya Fakultas Syari'ah kemudian berubah menjadi Fakultas Syari'ah dan Hukum, Fakultas Ushuluddin menjadi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.Serta adanya fakultas baru seperti Fakultas Saintek dan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP).

Bupati Kudus Hartopo menyatakan penambahan guru besar di IAIN Kudus menjadi kebanggan bersama. "IAIN ini kelihatannya diam-diam (senyap-senyap) tetapi ternyata jalan terus (menunjukkan peningkatan)," ujarnya.

Hartopo mengungkapkan dengan adanya pengukuhan guru besar kembali itu, bisa menjadi inspirasi bersama. Semoga untuk universitas yang lain pun juga terus meningkatkan kualitas kampus, untuk selalu bertransformasi terhadap sumber daya manusia (SDM), karena peningkatan kualitas sangat penting untuk menunjang akreditasi.

"Semoga yang belum profesor segera bisa menyusul, terutama untuk mahasiswa agar bisa belajar dengan giat. Mudah-mudahan nanti ada fakultas kedokteran di sini (red IAIN)," ungkapnya. (ark) Editor : Ali Mustofa
#studi hukum islam #IAIN Kudus #prof mudzakir #guru besar #Kudus