Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayetno mengatakan ini ada momen bazar, sehingga tepat untuk membantu masyarakat memperoleh gas melon dengan harga murah.
“Pengadaan gas ini hasil patungan dari 14 agen,” terangnya.
Pada bazar ini, setiap pembeli hanya boleh membeli satu tabung. “Ini gas melon terbilang langka, jadi adanya gelar lapak elpiji 3 kilogram dengan harga HET langsung di serbu,” ungkapnya.
Imam mengatakan, bazar ini bukan operasi pasar (OP). “Yang membeli tetap dicatat. Datanya nantinya akan dimasukkan dalam lockbook. Karena, mengeluarkan elpiji 3 kilogram harus ada laporan sesuai dengan jumlah pembeli,” ungkapnya.
Salah satu pembeli gas 3 kilogram Sulatri, warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati mengatakan, susah memperoleh elpiji 3 kilogram. Padahal, buat jualan gorengan. Kalau ada harga Rp 23 ribu per tabung.
“Saya punya tiga tabung, yang dirumah terisi satu. Yang satu saya bawa ke sini (red bazar pangan murah). Jadi yang kosong satu. Semestinya boleh beli dua, tadi saya sudah bawa dua tabung tapi ternyata hanya boleh satu tabung. Ya sudahlah manut saja, yang penting dapat gas harga murah lagi,” katanya. (san/mal) Editor : Ali Mustofa