Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wartawan Radar Kudus Upgrade Ilmu hingga Belajar Live Report Bareng Jawa Pos TV, Ini Keseruannya

Abdul Rokhim • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 18:32 WIB
KERICUHAN: Sisa-sisa kericuhan setelah laga antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10). (TWITTER)
KERICUHAN: Sisa-sisa kericuhan setelah laga antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10). (TWITTER)
KUDUS – “Televisi (TV) butuh kecepatan dalam pemberitaan,” begitulah kata Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos TV Guntur Nara, saat menyampaikan materi kepada wartawan Jawa Pos Radar Kudus di Joglo, Jumat (26/8).

Pada kesempatan pelatihan jurnalistik yang bertemakan upgrade jurnalisme premium, nyeni, dan berkarakter tersebut bertujuan untuk peningkatan kualitas jurnalisme, serta belajar teknis persiapan siaran langsung di TV.

Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos TV Guntur Nara mengatakan, secara teknis dan penyampaian berita di TV tentu sangat berbeda, karena ada strategi sound on tape (SOT) nya/format berita TV. Mulai dari mempersiapkan SLUG, penulisan judul besar dan sub judul, serta lead berita.

Dalam pelatihan jurnalistik seputar televisi itu juga Guntur sesekali menyontohkan praktik reporter Jawa Pos TV saat menyampaikan laporan. “Seringkali kami mendengar dari reporter/wartawan daerah saat mulai live report itu sering tidak sengaja menyapa presenter di studio dengan kata iya mas, iya mbak. Padahal seharusnya tidak perlu, jadi langsung sebut nama saja,” jelasnya lantas tertawa diiringi tawa seluruh peserta pelatihan pagi itu.

Selain pembelajaran terkait teknis pemberitaan di TV, Koordinator Editor Jawa Pos TV Selamet Wijayanto juga menyampaikan tips dan trik mengambil foto dan video yang benar dan layak dipertontonkan.

Di antaranya yakni ternyata ada trik tertentu untuk mengambil foto, yakni dengan memegang rumus 158. Yang artinya 1 objek, 5 angle, dan 8 second (detik) (per angle foto, jelas dia, dapat diambil delapan detik).

Dia juga menyampaikan cara pengambilan video agar terlihat menarik dan tidak monoton. Yakni dengan memegang prinsip wide, medium, plus. Wartawan harus bisa mengambil video dari ketiga sisi tersebut agar hasil video tidak membosankan ketika ditonton. “Pesan saya, ambillah gambar sebanyak-banyaknya, karena itu aset bagi kalian,” ucapnya.

Pelatihan sesi pertama dengan pemberitaan televisi itu sendiri juga dilanjutkan dengan sesi kedua yang diisi oleh pihak Pemimpin Redaksi Radar Kudus Zainal Abidin beserta Redaktur Noor Syafaatul Udhma beserta Redaktur pelaksana M. Ulin Nuha.

Dalam sesi kedua tersebut, wartawan sharing session, membahas caption dan kredit foto hingga diskusi mendengar keluh kesah dari masing-masing wartawan saat liputan.

Selanjutnya, materi pun dilanjutkan Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi yang mengevalusi beberapa berita yang sudah ditayangkan oleh redaksi hingga membahas kasus Ferdy Sambo yang tak kunjung selesai. Selain itu, Baehaqi juga mengingatkan wartawan dan redaktur untuk kembali rukun iman berita seperti ekslusif hingga human interest. (ark/mal) Editor : Abdul Rokhim
#jawa pos radar kudus #Radar Kudus #jawa pos #Kudus #Jawa Pos Tv