Berdiri 3 Oktober 1986 yang diprakarsai Gubernur Jawa Tengah Soepardjo Roestam, yang gagasan ini muncul ketika berkunjung ke Kudus untuk menyaksikan potensi usaha kretek dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Museum Kretek didirikan untuk menyimpan dokumentasi perkembangan kretek di Kudus dan juga tanah air. Museum Kretek kini sudah memiliki 1.195 koleksi tentang sejarah kretek misalnya dokumentasi kiprah para tokoh pendiri pabrik kretek.
Selain itu juga, ada bahan dan peralatan tradisional pembuatan kretek, tentang hasil produksi, benda-benda promosi dan proses pembuatan kretek. Museum yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, telah menyimpan berbagai koleksi sejarah dari masa lalu sampai masa kini.
Plt Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, pengembangan Museum Kretek diantaranya ada water boom semakin menambah menarik pengunjung datang ke Museum Kretek. Dan, baru-baru ini menjadi lokasi syuting artis fenomenal Mas Al atau Arya Saloka untuk film Gadis Kretek.
”Menjadi kebanggaan buat kami, dijadikan lokasi syuting film, secara otomatis memperkanalkan Museum Kretek ke kancah nasional,” jelasnya.
Museum Kretek Kudus yang memiliki luas sekitar dua hektar, beragam koleksi alat-alat memproduksi rokok kretek zaman terdahulu. Wisatawan bisa melihat berbagai proses pembuatan rokok, jenis rokok, alat gilang cengkeh, mesin giling tembakau dan alat perajang tembakau.
Di area Museum Kretek menyediakan berbagai wahana yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, diantaranya wahana flying fox, mandi bola, kerata mini, terapi ikan dan water park. (san/lid/adv) Editor : Kholid Hazmi