Koordinator Museum Purbakala Patiayam, Djamin mengaku akan merombak lantai dasar. Hal ini agar ruangan display tidak monoton.
“Nuansanya agar tidak monoton, karena masih ada banyak koleksi yang belum terpanjang," ungkapnya.
Sementara alasan dipilihnya fosil pinggul gajah purba itu, lantaran kondisinya utuh. Di samping itu, di Indonesia belum pernah dijumpai temuan fosil yang utuh seperti tersebut.
Selama dua tahun terakhir, kata Djamin, ruang pameran memang tidak dirombak. Mum[ung ada yang cocok, maka pihaknya berupaya merombak.
"Perubahan terakhir, kepala kerbau yang utuh dengan tanduk," jelasnya.
Pihaknya tidak memungkiri adanya keterbatasan ruangan untuk memajang koleksi. Sebab ruang pameran terlalu sempit. Padahal warga sekitar sering menemukan fosil hewan purba.
Jadi, saat ini fosil temuan warga hanya disimpan di lantai dua. Fosil yang disimpan di sana sudah menjalani proses identifikasi maupun telah dikonservasi.
Dari tahun 2004 hingga 2022 tercatat ada sebanyak 9600 fosil dari 17 spesies. Terdiri dari gajah, kerbau, harimau, sapi, anoa, dan banteng.
"Lalu ada rusa, badak, anjing, kucing, dan hewan-hewan laut. Ada juga hiu putih, buaya, kura-kura, keong, kijing, dan kerang," katanya. (gal/mal) Editor : Ali Mustofa