Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Desa Kaliputu Disebut Jadi Cikal Bakal Produksi Jenang Kudus

Ali Mustofa • Sabtu, 23 Juli 2022 | 15:27 WIB
URI-URI TRADISI: Tradisi Tebokan gelaran budaya yang mempertahankan sejarah jenang di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus. ( DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
URI-URI TRADISI: Tradisi Tebokan gelaran budaya yang mempertahankan sejarah jenang di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus. ( DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS – Centra jenang Kudus kali pertama di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota. Ada kisah yang menjadikan desa tersebut menjadi centra jenang. Pada zaman dahulu ada seorang cucu dari cikal bakal Desa Kaliputu.

Photo
Photo


Selain itu ada juga sosok Mbah Dipok Sopoyono. Dalam cerita sang cucu tersebut dikabarkan tenggelam di sungai Kali Gelis. Setelah ditemukannya sang cucu tadi, dia dinyatakan meninggal. Akan tetapi di waktu yang bersamaan ada dua orang wali yakni, Sunan Kudus dan Raden Syaridin. Sunan Kudus menyatakan bahwa anak itu telah meninggal dunia, berbeda dengan Raden Syaridin yang menganggap dia masih hidup.

Beberapa kali berdebat, akhirnya Raden Syaridin menyarankan untuk membuatkan Bubur Gamping untuk si cucu. Bubur Gamping adalah olahan makanan berbahan dasar beras dengan sedikit tambahan garam. Setelah diberi makan bubur tersebut, cucu Mbah Depok Sopoyono terbangun.

Dengan adanya peristiwa ini, Sunan Kudus berkata “Rejaning Jaman Wong Kaliputu iki Pangukojiwane Soko Bubur” dan hal ini diyakini hingga sekarang yang menjadikan jenang sebagai mata pencaharian warga Desa Kaliputu.

Usaha bubur di Desa Kaliputu bermulai sekitar tahun 1800 akhir, dimulai adanya seorang pengusaha bubur bernama Mbah Haji Abdullah, beliau berjualan bubur di Pasar Kliwon, dalam berjualan sudah memberi nama merk dan sudah dibungkus walaupun menggunakan daun pisang, inilah yang menjadi keunikan jenang kala itu.

Kepala Desa Kaliputu Widiyo Pramono, mengatakan ada juga tradisi Tebokan, yang menjadi nilai lebih sejarah jenang di Desa. Dimulai tahun 2006, tradisi Tebokan diselenggarakan. Berawal dari inisiatif untuk peringatan Tahun Baru Islam atau sati Muharam sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Dibentuklah sebuah kirab menuju masjid, yang diikuti oleh anak-anak yang belajar mengaji dengan membawa jenang dan jajan pasar lain. Menggunakan tampah dan diletakkan di kepala. Seiring berjalannya waktu dimana peserta yang mengikuti kirab ini semakin banyak, terjadi perpindahan tempat yang awalnya di masjid menjadi di balai desa.

”Tahun ini rencananya dilakukan kirab Tebokan 30 Juli 2022, dua tahun pandemi tidak ada kirab. Tradisi ini harus tetap berjalan sebagai upaya mengenalkan generasi muda tentang kebudayaan,” imbuhnya.

Photo
Photo
WISATA RELIGI: Makan keluarga Sedo Mukti didatangi peziarah. Makan RMP Sosrokartono dan Kandjeng Kyai Adipati Ario Tjondronegoro III. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Selain itu ada potensi wisata religi yakni makam keluarga Sedo Mukti, trah Tjondronegaran dan makam Drs. RMP Sosrokartono. Di area pemakaman seluas du hektar itu terdapat sekitar 350 makam dan juga kapling calon-calon makam dari keluarga trah Tjondronegaran.

Widiyo menambahkan, makam keluarga Sedo Mukti didalamnya juga ada makan dari Kandjeng Kyai Adipati Ario Tjondronegoro III yang merupakan Bupati Kudus ke 3 pada jaman Hindia Belanda.

Terdapat juga makam dari RMP Sosrokartono yang merupakan kakak dari RA Kartini. Adipati Ario Tjondronegoro merupakan kakek buyut dari RMP Sosrokartono yang ayahnya menjadi Bupati di Jepara. RMP. Sosrokartono dilahirkan10 April 1877.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah, mengatakan centra jenang kali pertama memang ada di Desa Kaliputu dan sampai saat ini matapencaharian masyarakatnya memang membuat jenang.

”Pasaran jenangnya juga sudah sampai ke luar Jawa. Sedangkan makan keluarga Sedo Mukti, ramai dikunjungi peziarah, terutama para pelajar yang akan menghadapi ujian. Yang didatangi makam RMP Sosrokartono, menjadi sosok tauladan dalam dunia pendidikan,” ungkapnya. (san/adv) Editor : Ali Mustofa
#centra jenang kudus #jenang kudus #disbudpar kudus #Kudus #desa kaliputu