Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pembelian Tak Dibatasi, Pedagang di Kudus Tak Kebagian Minyak Goreng

Abdul Rokhim • Minggu, 20 Februari 2022 | 21:13 WIB
DICEGAT DI JALAN: Sejumlah warga berebut minyak goreng dari distributor di depan Pasar Baru Kudus pada Sabtu (19/2) . (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
DICEGAT DI JALAN: Sejumlah warga berebut minyak goreng dari distributor di depan Pasar Baru Kudus pada Sabtu (19/2) . (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
KUDUS – Sejumlah warga dan pedagang sembako rumahan memadati jalan di depan Pasar Baru Kudus pada Sabtu (19/2) siang. Mereka mengerumuni mobil truk yang sedang melakukan droping minyak goreng (migor). Truk itu memuat ratusan karton migor subsidi. Jumlah pembelian pun tak dibatasi, sehingga banyak pedagang tak kebagian jatah.

Salah satu personel pengangkut barang dari distributor Wahyu Jaya Group Kudus yang mengadakan droping mengatakan, mereka sudah stand by di depan Pasar Baru sejak pagi hingga pukul 14.20. ”Merek migor yang dibagikan mereknya Fortune,” kata pria yang enggan disebut namanya itu. ”Dari pagi memang sudah diserbu warga. Siang ini sudah habis,” imbuhnya. Saat ditanya akan melanjutkan droping di lokasi lain, dia tak menjawab.

Berdasarkan pantauan, setiap warga terlihat memborong migor dengan jumlah banyak. Ada yang langsung membeli lima karton. Pukul 14.00 datang mobil putih dan langsung membeli lebih dari 10 karton sekaligus.

Pihak distributor pun tidak bisa mengendalikan batasan pembelian. Sehingga sejumlah pedagang yang datang untuk membeli tak kebagian jatah migor bersubsidi itu.

Setelah persediaan migor ludes, pada pukul 14.20-an truk milik distributor itu meninggalkan lokasi. Sejumlah ibu-ibu yang masih berada di lokasi mengaku kecewa, karena tak kebagian migor subsidi itu. Mereka mengaku baru mengetahui informasi kedatangan migor itu pada siang hari.

”Saya pedagang di Pasar Baru. Tadi pagi saya memang sudah ke sini dan berhasil mendapatkan 10 karton migor. Saya beli banyak karena mau tak jual lagi,” kata ibu-ibu yang tidak ingin disebut namanya.

Dia mengaku, satu karton merek Fortune itu harganya Rp 150 ribu. Per satu liter harganya Rp 12.500. ”Seharusnya saat ada bongkaran migor oleh distributor, ada yang mengawasi. Kalau ada yang membeli terlalu banyak bisa ditegur dan dibatasi,” harapnya.

Pedagang lain mengaku tidak kebagian. Dia mengatakan, seharusnya ada pengawasan dari distributor, agar pedagang lain tetap kebagian jatah. Tidak semua diborong pihak pedagang besar tertentu. ”Saya juga tidak kebagian, karena baru tahu informasinya. Saat ke sini tiba-tiba sudah ludes dan truk sudah menutup pintunya. Ya sudah, saya mau pulang saja,” celoteh ibu-ibu di jalan yang tak kebagian migor subsidi. (ark/lin) Editor : Abdul Rokhim
#harga minyak goreng #minyak goreng langka #minyak goreng #dinas perdagangan #Kudus #minyak goreng kemasan