Salah satu personel pengangkut barang dari distributor Wahyu Jaya Group Kudus yang mengadakan droping mengatakan, mereka sudah stand by di depan Pasar Baru sejak pagi hingga pukul 14.20. ”Merek migor yang dibagikan mereknya Fortune,” kata pria yang enggan disebut namanya itu. ”Dari pagi memang sudah diserbu warga. Siang ini sudah habis,” imbuhnya. Saat ditanya akan melanjutkan droping di lokasi lain, dia tak menjawab.
Berdasarkan pantauan, setiap warga terlihat memborong migor dengan jumlah banyak. Ada yang langsung membeli lima karton. Pukul 14.00 datang mobil putih dan langsung membeli lebih dari 10 karton sekaligus.
Pihak distributor pun tidak bisa mengendalikan batasan pembelian. Sehingga sejumlah pedagang yang datang untuk membeli tak kebagian jatah migor bersubsidi itu.
Setelah persediaan migor ludes, pada pukul 14.20-an truk milik distributor itu meninggalkan lokasi. Sejumlah ibu-ibu yang masih berada di lokasi mengaku kecewa, karena tak kebagian migor subsidi itu. Mereka mengaku baru mengetahui informasi kedatangan migor itu pada siang hari.
”Saya pedagang di Pasar Baru. Tadi pagi saya memang sudah ke sini dan berhasil mendapatkan 10 karton migor. Saya beli banyak karena mau tak jual lagi,” kata ibu-ibu yang tidak ingin disebut namanya.
Dia mengaku, satu karton merek Fortune itu harganya Rp 150 ribu. Per satu liter harganya Rp 12.500. ”Seharusnya saat ada bongkaran migor oleh distributor, ada yang mengawasi. Kalau ada yang membeli terlalu banyak bisa ditegur dan dibatasi,” harapnya.
Pedagang lain mengaku tidak kebagian. Dia mengatakan, seharusnya ada pengawasan dari distributor, agar pedagang lain tetap kebagian jatah. Tidak semua diborong pihak pedagang besar tertentu. ”Saya juga tidak kebagian, karena baru tahu informasinya. Saat ke sini tiba-tiba sudah ludes dan truk sudah menutup pintunya. Ya sudah, saya mau pulang saja,” celoteh ibu-ibu di jalan yang tak kebagian migor subsidi. (ark/lin) Editor : Abdul Rokhim