Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usul Rp 465 Juta, TPA Tanjungrejo Kudus hanya Dapat Anggaran Rp 20 Juta

Ali Mustofa • Kamis, 13 Januari 2022 | 18:42 WIB
KERUK SAMPAH: Petugas sedang mengerahkan alat berat untuk mengeruk sampah di Tempat Pembangunan Akhir (TPA) Tanjungrejo belum lama ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KERUK SAMPAH: Petugas sedang mengerahkan alat berat untuk mengeruk sampah di Tempat Pembangunan Akhir (TPA) Tanjungrejo belum lama ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS – Pada tahun ini, tempat pembuangan akhir (TPA) Tanjungrejo hanya mendapatkan alokasi Rp 20 juta. Anggaran itu digunakan untuk mengganti sarana prasarana (sarpras) yang rusak dan biaya operasional.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Rofiatun mengatakan anggaran tersebut untuk membeli beberapa alat untuk jembatan timbang yang rusak senilai Rp 17 juta. Alat itu rusak akibat terkena petir pada Januari 2021 lalu.

Selain itu, kata dia, anggaran itu digunakan untuk memenuhi biaya operasional, seperti kertas, toner, ekrak, sapu, cairan pembersih lantai, dan alat pel senilai Rp 3 juta.

Kepala UPT TPA Tanjungrejo Bambang Purnomo mengatakan awalnya mengusulkan anggaran Rp 465 juta. Anggaran itu untuk pengajuan tanah uruk, komputer (pendukung untuk penimbangan), CCTV (untuk pengawasan), perbaikan jembatan timbang, perbaikan musala, serta untuk biaya gedung yang direncanakan untuk tempat istirahat pekerja TPA.

"Tetapi hasilnya hanya anggaran untuk tiga alat load cell jembatan timbang yang bisa dikabulkan. Usulan Rp 465 juta itu diketok berubah jadi Rp 35 juta, kemudian diketok lagi dengan hasil akhir Rp 20 juta. Pada 2021 malah lebih minim lagi, hanya Rp 5 juta. Itu untuk urusan opersional biasa," katanya.

Menurutnya, TPA selalu mendapatkan anggaran minim karena anggaran mungkin terkuras untuk biaya listrik penerangan jalan umum (PJU) se-Kabupaten Kudus. “Karena nominalnya itu pasti cukup banyak,” imbuhnya.

Meski demikian, dengan dikabulkannya tiga alat load cell jembatan timbang yang baru pada tahun ini, setidaknya kegiatan pendataan sampah tidak tersendat. “Tanpa alat itu, kami hanya bisa menghitung secara manual, itupun berdasarkan perkiraan. Nah, kalau pakai alat bisa terhitung dengan tepat,” ucap Bambang.

Jika masalah timbangan sudah teratasi, selanjutnya, pihaknya akan mengorganisasi data sampah yang datang dari berbagai kecamatan maupun desa itu. Tujuannya untuk mengetahui daerah mana saja yang menjadi penyumbang sampah terbanyak. (ark/mal) Editor : Ali Mustofa
#pkplh kudus #anggaran #Kudus #tpa tanjungrejo