Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi pada Selasa (28/12) pukul 09.00. Relawan dari BPBD, dan masyarakat sekitar masih gotong-royong membersihkan timbunan longsor. Ada yang mengeruk tanah dengan cangkul. Kemudian dipindahkan dengan angkong. Sementara ibu-ibu terlihat memasak. Mereka mendirikan dapur umum. Masakan itu disiapkan untuk para relawan dan korban.
Dua rumah yang temboknya jebol itu milik Sucipto, 60 warga RT.03 RW 05 Kambangan, Menawan, Gebog. Rumah lain yang jebol milik anaknya, Asvi Hani. Di rumah Sucipto, longsor mengakibatkan tiga dinding kamar rumahnya jebol. Dua kamar dan satu kamar mandi. Ukuran tembok yang jebol di tiga kamar itu masing-masing panjangnya antara 1-2 meter dengan tinggi 1 meter
Sementara di rumah anaknya, meski hanya satu titik dinding yang jebol, ukurannya lebih besar. Kira-kira dinding yang roboh itu setinggi 4 meter dengan panjang 5 meter.
Sucipto menyebut saat longsor terjadi dia baru selesai shalat isya. Kemudian rebahan di salah satu ruangan kamar lainnya. Saat itu seketika terdengar suara.
"Bruuk, ada tanah yang jatuh. Kemudian saya lihat dari jendela tidak kelihatan. Kemudian saya keluar. Saya pikir itu rumah anak saja, ternyata rumah saya juga. Kemudian saya dipanggil istri, teriak jika tiga kamar kena. Saya terus lemes," jelasnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Eko Widodo menambahkan akibat kerusakan itu, pihaknya bersama relawan langsung melakukan assesmen sejak malam. Kemudian mengamankan pemilik rumah dengan diungsikan ke tempat yang aman.
Sementara paginya pihaknya langsung mengkoordinasikan masyarakat guna melakukan pembersihan dan mendirikan dapur umum. Selain relawan dan BPBD turut pula bagana, polisi, Koramil, pemdes, pemerintah kecamatan, dan masyarakat dalam membersihkan reruntuhan longsor.
"Memasuki musim hujan kali ini, ini yang pertama. Dan tergolong cukup besar. Sebagai antisipasi, kami kini mulai memetakan daerah rawan dan menyiapkan logistik. Serta mulai mensosialisasikan ke masyarakat," katanya.
Dia memprediksi total kerugian dari kerusakan di dua rumah itu mencapai Rp 15 juta. Itu meliputi kebutuhan bangunan seperti bata merah 2000 biji, semen 15 sak, dan pasir 3 meter kubik.
Camat Gebog Bambang Gunadi menjelaskan sedari sore sudah ada hujan sedang. Tetapi longsor terjadinya setelah hujan mereda. Menurutnya terkait tinggi tebing yang longsor itu setinggi 16 meter lebar 15 meter dari ketinggian rumah.
"Saat kejadian, Alhamdulillah tidak larut malam. Pemilik tidak tidur dan segera mengetahui kejadian. Sehingga tidak sampai ada korban," terangnya. (tos) Editor : Saiful Anwar