Lokasi air terjun ini berada di Dukuh Bakaran, Desa Piji, Kecamatan Dawe. Untuk mencapai ke lokasi bisa menggunakan sepeda motor. Jalanan sudah dicor, namun curam. Pengendara mesti berhati-hati.
Untuk menempuh perjalanan ke lokasi, pengunjung akan disuguhkan pemandangan hutan dan sungai di samping jalan. Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disuguhkan segarnya air terjun bertinggi sekitar 20 meter itu.
Air yang mengucur sumbernya tak hanya satu. Ya, ada dua aliran air yang mengucur dari atas ke bawah. Tak perlu khawatir soal biaya, pengunjung tak dipungut tiket masuk ketika memasuki lokasi.
Salah satu pengunjung asal Desa Peganjaran, Kudus, Dani mengaku takjub akan keindahan alam air terjun Pengantin. Sebab alamnya belum terjamah dan masih asri.
"Baru tau ada wisata ini (Air Terjun Pengantin, Red) suasananya masih asri dan indah alamnya," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Piji, Jumain mengatakan potensi wisata air terjun pengantin di desanya belum dioptimalkan. Meski begitu, pemerintah desa sudah berencana untuk membuat air terjun pengantin menjadi salah satu wisata andalan.
"Pengembangannya butuh biaya besar. Tapi tidak sekarang, melihat kemampuan keuangan desa dulu," ungkapnya.
Terkait nama air terjun pengantin tersebut, tidak lepas dari posisi air terjun yang ada dua titik. Uniknya air terjun itu bersebelahan kiri dan kanan.
"Secara lebih lengkapnya saya kurang tahu mengenai cerita, tapi ada dua itu kemudian dikenal air terjun pengantin," katanya.
Air terjun Pengantin sempat ramai dikunjungi. Namun sekarang sepi, apalagi usai dihantam pandemi. Editor : Ali Mustofa