Kepala Subseksi Pelayanan Dokumen Perjalanan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Febrian menyebut, kemudahan layanan itu merupakan inovasi dari kantor imigrasi Semarang. Dengan maksud agar layanan bisa dirasakan langsung masyarakat.
”Agar memudahkan masyarakat. Sebab, biasanya harus jauh-jauh mengurus ke Semarang atau Pati. Padahal jaraknya lumayan jauh,” ujarnya.
Selain itu, juga karena secara persentase banyak warga Kudus yang tiap tahun mengurus passpor. Dalam setahun ada sekitar 150 warga pembuat passpor dari Kudus. Dengan begitu, Kudus diprioritaskan dan dijadikan pilot project program jemput bola pelayanan dokumen-dokumen untuk perjalanan ke luar negeri itu.
”Masyarakat tinggal datang ke sini (kantor Disdukcapil, Red) untuk foto dan wawancara. Setelah itu, bila selasai akan diinfokan. Dan yang bersangkutan bisa memilih mengambil langsung (paspor) ke Semarang atau dikirim via Pos,” jelasnya. (lin) Editor : Ali Mustofa