Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Pengelolaan Pasar Albertus Harys Yunanta mengatakan, pasar tradisional masih tetap buka seperti hari-hari biasa alias normal. Di antaranya, tidak ada pembatasan pengunjung, karena pengunjung pasar tidak terlalu banyak seperti mal serta akses masuk dan keluar itu lebih banyak.
”Pasar luas dan pedagangnya banyak. Dengan lokasi yang tersebar. Jadi kemungkinan orang belanja tidak berdesak-desakan. Beda dengan mal yang pembayaran di kasir sering menimbulkan antrean. Jadi, masyarakat yang masih bingung pasar dibuka atau tutup, kami pastikan masih buka seperti biasa,” jelasnya.
Selain itu, di pasar tradisional juga ada pedagang yang lokasinya di luar alias outdoor. Dagangannya juga banyak, sehingga secara tidak langsung membatasi pedagang dan pengunjung bergerombol. Sebab, ada pembatas jarak berupa dagangan.
Ia menjelaskan, selama ini protokol kesehatan (prokes) di pasar tradisional sudah berjalan cukup baik. Baik pengunjung maupun pedagang sudah mengenakan masker dengan benar. Selain itu, tiap pintu ada penanggung jawabnya, meski dari pedagang sendiri.
Harys mengatakan, seperti di Pasar Kliwon. Di pasar terbesar se-Pati Raya itu, aktivitas bongkar barang masih berjalan. Pedagang tetap banyak yang buka, meski ada imbauan PPKM darurat. Namun, kondisinya memang lebih sepi dibanding hari-hari normal.
”Berdasarkan laporan dari kepala Pasar Kliwon, pengunjung pasar per hari rata-rata 1.500 orang. Normalnya 5.000 hingga 6.000 pengunjung per hari,” paparnya.
Ia berharap, prokes tetap dijaga. Dengan demikian, aktivitas jual beli di pasar bisa berjalan normal. Persebaran Covid-19 juga bisa terkendali. Dengan begitu, diharapkan tidak ada penularan virus asal Wuhan, Tiongkok, tersebut di pasar tradisional. Editor : Ali Mustofa