Suka Mengunyah Es Batu Setiap Hari, Apakah Kebiasaan Ini Berbahaya bagi Gigi?

Azka Ilham Najan • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 10:34 WIB
ILUSTRASI: Kebiasaan mengunyah es batu setiap hari dapat meningkatkan risiko retakan pada gigi dan kerusakan tambalan.
ILUSTRASI: Kebiasaan mengunyah es batu setiap hari dapat meningkatkan risiko retakan pada gigi dan kerusakan tambalan.

RADAR KUDUS – Mengunyah es batu setelah menikmati minuman dingin mungkin terasa menyegarkan bagi sebagian orang. Namun, jika dilakukan setiap hari, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, mulai dari enamel yang retak hingga tambalan gigi yang pecah.

Meski terlihat keras, enamel atau lapisan terluar gigi tetap berisiko mengalami kerusakan akibat tekanan berulang ketika menggigit benda keras seperti es batu.

Risiko tersebut dapat meningkat jika gigi sebelumnya sudah memiliki retakan.

1. Enamel Gigi Bisa Retak

Enamel berfungsi melindungi bagian dalam gigi dari tekanan dan paparan lingkungan mulut.

Mengunyah es batu memberikan tekanan kuat pada permukaan gigi sehingga dapat menyebabkan enamel terkelupas atau mengalami retakan kecil.

Jika kebiasaan tersebut terus berulang, retakan dapat bertambah parah dan berujung pada gigi yang patah. Kerusakan juga bisa terjadi tanpa langsung menimbulkan rasa sakit.

2. Tambalan Gigi Berisiko Rusak

Bagi orang yang memiliki tambalan, mahkota gigi, atau restorasi lainnya, mengunyah es batu dapat memberikan tekanan tambahan pada bagian tersebut.

Tekanan ketika menggigit es dapat menyebabkan tambalan terkelupas, pecah, atau terlepas.

Baca Juga: Sering Disalahkan, Benarkah Minum Es Jadi Penyebab Batuk? Ini Penjelasan Medisnya

Jika bagian gigi yang tertutup tambalan kembali terbuka, kondisi tersebut perlu diperiksa dokter gigi agar tidak menimbulkan masalah lanjutan.

3. Gigi Bisa Menjadi Sensitif

Kebiasaan mengunyah es batu juga dapat berkaitan dengan munculnya rasa ngilu ketika mengonsumsi makanan atau minuman dingin.

Sensitivitas dapat terjadi jika enamel mengalami kerusakan atau terdapat retakan pada gigi.

Meski begitu, gigi sensitif tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan mengunyah es.

Kerusakan gigi, tambalan yang aus, masalah gusi, dan akar gigi yang terbuka juga dapat memicu keluhan serupa.

Bagaimana Mengurangi Risikonya?

Cara paling aman untuk mengurangi risiko kerusakan adalah menghentikan kebiasaan mengunyah es batu dan membiarkannya mencair di dalam mulut.

Jika ingin menikmati minuman dingin, es dapat digunakan untuk mendinginkan minuman tanpa harus digigit.

Apabila muncul nyeri ketika menggigit, gigi terasa ngilu berkepanjangan, atau terdapat bagian gigi yang pecah, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Mengunyah es batu mungkin terlihat sebagai kebiasaan sederhana, tetapi tekanan berulang pada gigi dapat menimbulkan kerusakan yang membutuhkan perawatan.

Karena itu, menikmati minuman dingin tanpa menggigit es merupakan pilihan yang lebih aman bagi kesehatan gigi.

Editor : Ali Mustofa
mengunyah es batu enamel gigi gigi sensitif tambalan gigi kesehatan gigi