Gol Denilson Dianulir Offside, Dewa United dan Persijap Sama Kuat hingga Turun Minum

RADAR KUDUS - Laga Dewa United melawan Persijap Jepara pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Kedua tim saling melancarkan serangan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, tetapi belum mampu memecah kebuntuan hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0 di Banten International Stadium, Serang, Selasa (20/10/2026) malam.
Persijap Jepara menunjukkan keberanian untuk mengambil inisiatif serangan pada menit-menit awal. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu langsung mencoba menekan pertahanan tuan rumah melalui rangkaian tendangan sudut. Namun, tiga kesempatan beruntun tersebut belum menghasilkan gol karena barisan belakang Dewa United mampu mengantisipasi bola dengan baik.
Tekanan Persijap berlanjut ketika pertandingan memasuki menit ketiga. Umanailo mengambil tendangan sudut yang mengarah ke area pertahanan Dewa United. Akan tetapi, bola masih dapat diamankan oleh penjaga gawang Sonny Stevens sehingga ancaman tersebut tidak berujung pada gol.
Dewa United tidak tinggal diam menghadapi tekanan tim tamu. Tuan rumah berusaha merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan memanfaatkan ruang di luar kotak penalti Persijap. Pada menit kelima, Alta Ballah melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayangnya, arah bola belum tepat sasaran dan melebar dari gawang yang dijaga Sendri Johansah.
Dua peluang awal dari kedua kubu tersebut memperlihatkan bahwa pertandingan tidak berjalan satu arah. Persijap berusaha membangun serangan sejak menit pertama, sedangkan Dewa United mengandalkan respons cepat untuk menciptakan ancaman ke area pertahanan lawan.
Permainan kemudian berkembang menjadi duel terbuka. Kedua tim berupaya mencari celah melalui kombinasi umpan dan pergerakan pemain di lini depan. Meski demikian, penyelesaian akhir masih menjadi kendala sehingga peluang yang tercipta belum mengubah kedudukan.
Dewa United sempat merayakan gol pada menit kesembilan melalui Denilson. Penyerang tersebut berhasil memasukkan bola ke gawang Persijap yang dikawal Sendri Johansah. Namun, gol itu tidak disahkan setelah Denilson dinyatakan berada dalam posisi offside.
Keputusan tersebut membuat Dewa United harus kembali melanjutkan pertandingan tanpa keunggulan. Situasi gol yang dianulir itu menjadi salah satu momen penting pada awal babak pertama, mengingat tuan rumah sempat memiliki kesempatan untuk membuka skor lebih dahulu.
Pemeriksaan melalui VAR juga disebut dalam laporan pertandingan sebelum keputusan offside dipastikan. Hasil akhirnya tetap sama: gol Denilson tidak mengubah kedudukan, dan kedua tim kembali melanjutkan laga dengan skor 0-0.
Persijap kemudian memperoleh kesempatan untuk membalas tekanan Dewa United. Pada menit ke-14, Juan Douglas menerima umpan dari Pirulo dan mencoba memaksimalkan peluang melalui sundulan. Namun, bola hasil tandukannya tidak cukup mengancam dan melenceng dari gawang Sonny Stevens.
Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa Persijap masih mampu menemukan ruang di area pertahanan lawan. Akan tetapi, upaya membangun serangan belum diikuti penyelesaian yang akurat. Dewa United pun dapat mempertahankan gawangnya tanpa kebobolan.
Lima menit berselang, Persijap kembali mendapatkan peluang yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan. Weyderson memanfaatkan bola yang terlepas dari penguasaan Nick Kuipers di lini pertahanan Dewa United. Dalam situasi tersebut, Weyderson memiliki kesempatan untuk melepaskan tembakan ke arah gawang.
Sayangnya, tendangan Weyderson masih terlalu lemah sehingga Sonny Stevens tidak mengalami kesulitan untuk menangkap bola. Peluang itu kembali gagal menghasilkan gol bagi Persijap, sekaligus memperlihatkan bahwa efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim asal Jepara tersebut.
Dewa United kembali mengancam pada menit ke-21. Taisei Marukawa mengirimkan umpan kepada Noah Sadaoui yang bergerak ke dalam kotak penalti Persijap. Noah berada dalam posisi yang berpotensi menghasilkan peluang berbahaya, tetapi hakim garis mengangkat bendera karena ia dinyatakan offside.
Kegagalan peluang tersebut membuat Dewa United belum mampu memanfaatkan pergerakan para pemain depannya. Meski begitu, kombinasi Taisei dan Noah menunjukkan upaya tuan rumah untuk menembus pertahanan Persijap melalui umpan terukur dan pergerakan tanpa bola.
Taisei kemudian mengambil peran lebih besar dalam serangan Dewa United. Pada menit ke-24, pemain tersebut melewati beberapa pemain bertahan Persijap sebelum melepaskan tembakan keras. Upaya itu menjadi salah satu peluang terbaik tuan rumah pada babak pertama.
Namun, Sendri Johansah tampil sigap di bawah mistar Persijap. Penjaga gawang tersebut berhasil menepis tendangan Taisei sehingga bola tidak masuk ke gawang. Penyelamatan itu membantu Persijap menjaga kedudukan tetap imbang di tengah meningkatnya tekanan Dewa United.
Tiga menit kemudian, Noah Sadaoui kembali mencoba mencetak gol. Ia membawa bola dari sisi kanan, bergerak masuk ke kotak penalti Persijap, lalu melepaskan tembakan ke arah gawang. Namun, Sendri sekali lagi mampu menggagalkan peluang tersebut melalui sebuah tepisan.
Rangkaian peluang Dewa United itu membuat lini pertahanan Persijap harus bekerja keras. Pergerakan Taisei dan Noah menjadi ancaman yang perlu diantisipasi, terutama ketika keduanya memperoleh ruang untuk menusuk ke area berbahaya.
Di sisi lain, penampilan Sendri menjadi salah satu faktor yang membantu Persijap terhindar dari kebobolan. Beberapa kali ia berhasil menghalau tembakan lawan, termasuk ketika Dewa United mendapatkan kesempatan melalui serangan individu maupun kombinasi antarpemain.
Memasuki menit ke-30, Dewa United kembali memperoleh peluang melalui situasi bola mati. Taisei Marukawa dijatuhkan oleh Pirulo di dekat kotak penalti Persijap. Pelanggaran tersebut memberi kesempatan kepada tuan rumah untuk mengancam gawang melalui tendangan bebas.
Egy Maulana dipercaya mengambil eksekusi tendangan bebas. Bola diarahkan ke area pertahanan Persijap, tetapi pemain belakang tim tamu berhasil membuangnya. Ancaman Dewa United pun kembali kandas sebelum menghasilkan gol.
Kegagalan dari situasi bola mati tersebut membuat skor masih bertahan 0-0. Dewa United memang beberapa kali mampu mendekati gawang Persijap, tetapi barisan pertahanan tim tamu tetap mampu menghalau serangan pada momen-momen penting.
Persijap juga tidak sepenuhnya bertahan menghadapi gempuran tuan rumah. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu tetap berusaha mencari kesempatan untuk menyerang balik dan memanfaatkan celah yang muncul di pertahanan Dewa United.
Pertandingan pun berlangsung dengan intensitas yang relatif tinggi. Dewa United mencoba memaksimalkan penguasaan bola dan tekanan di sekitar kotak penalti, sedangkan Persijap berupaya menjaga organisasi pertahanan sembari menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan.
Menjelang menit ke-36, Dewa United kembali menciptakan dua peluang melalui Jean Mangabeira. Namun, kedua upaya tersebut belum mengarah tepat ke gawang Persijap. Bola masih menjauh dari sasaran sehingga tuan rumah kembali kehilangan kesempatan untuk memimpin.
Peluang-peluang yang terbuang membuat Dewa United belum bisa mengonversi tekanan menjadi gol. Sementara itu, Persijap masih mampu menjaga keseimbangan permainan meski harus menghadapi sejumlah serangan berbahaya, terutama melalui Taisei Marukawa dan Noah Sadaoui.
Kedua tim terus berusaha mencari gol pembuka hingga memasuki penghujung babak pertama. Dewa United berupaya memanfaatkan keuntungan bermain di kandang, sedangkan Persijap berusaha mempertahankan hasil imbang sambil mencari celah untuk mencuri keunggulan.
Wasit memberikan tambahan waktu empat menit sebelum babak pertama berakhir. Dalam periode tersebut, kedua kesebelasan masih memiliki kesempatan untuk mengubah kedudukan. Namun, tidak ada gol yang tercipta hingga peluit tanda turun minum dibunyikan.
Skor 0-0 menjadi gambaran persaingan ketat antara Dewa United dan Persijap Jepara pada paruh pertama pertandingan pekan keenam BRI Super League. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang, tetapi belum berhasil menyelesaikannya menjadi gol.
Bagi Dewa United, gol Denilson yang dianulir karena offside serta sejumlah peluang dari Taisei Marukawa, Noah Sadaoui, dan Jean Mangabeira menjadi catatan penting pada babak pertama. Tuan rumah perlu meningkatkan ketajaman penyelesaian akhir apabila ingin memanfaatkan peluang yang tercipta.
Persijap, di sisi lain, dapat mengambil sisi positif dari keberhasilan mempertahankan gawangnya tetap aman hingga turun minum. Penampilan Sendri Johansah, termasuk saat menggagalkan tembakan Taisei dan Noah, membantu tim tamu melewati periode ketika Dewa United tampil menekan.
Meski demikian, Persijap juga memiliki beberapa peluang yang belum dimaksimalkan. Kesempatan melalui Juan Douglas dan Weyderson belum mampu menghasilkan gol, sehingga tim Jepara tersebut masih harus mencari cara untuk mengubah peluang menjadi ancaman yang lebih efektif.
Dengan kedudukan masih imbang, pertandingan memasuki babak kedua tanpa keunggulan bagi salah satu tim. Dewa United dan Persijap sama-sama masih memiliki peluang untuk meraih hasil maksimal, tetapi efektivitas di depan gawang akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil akhir laga.



