RADAR KUDUS- Saat merasa lelah atau tertekan, banyak orang memilih menikmati segelas minuman manis seperti teh, kopi susu, cokelat, atau minuman kekinian.
Rasa manis memang dapat memberikan sensasi nyaman dan membuat suasana hati terasa lebih baik. Namun, benarkah minuman manis benar-benar mampu menghilangkan stres?
Rasa manis dapat merangsang otak melepaskan hormon dopamin, yaitu zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan.
Karena itu, setelah mengonsumsi minuman manis, seseorang bisa merasakan suasana hati yang lebih baik dalam waktu singkat.
Namun, efek tersebut hanya bersifat sementara. Konsumsi gula berlebihan justru dapat menyebabkan kadar gula darah naik dan turun dengan cepat.
Kondisi ini bisa membuat tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan memengaruhi suasana hati.
Selain itu, terlalu sering mengandalkan minuman manis sebagai pelarian dari stres dapat membentuk kebiasaan yang kurang sehat.
Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih juga meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan berbagai penyakit metabolik lainnya.
Jika ingin mengurangi stres, ada beberapa cara yang lebih sehat dan memberikan manfaat jangka panjang, seperti:
- Berolahraga ringan atau berjalan kaki.
- Tidur yang cukup setiap malam.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Berbicara dengan keluarga atau teman.
- Melakukan relaksasi, meditasi, atau hobi yang disukai.
Bukan berarti minuman manis harus dihindari sepenuhnya. Mengonsumsinya sesekali masih boleh dilakukan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Yang terpenting adalah tidak menjadikannya sebagai solusi utama untuk mengatasi stres.
Minuman manis memang dapat memberikan rasa nyaman dan meningkatkan suasana hati untuk sementara waktu.
Namun, minuman ini bukan cara yang efektif untuk menghilangkan stres dalam jangka panjang.
Mengelola stres dengan pola hidup sehat, istirahat yang cukup, dan aktivitas positif tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental. (Nurul)
Editor : Ali Mustofa