RADAR KUDUS - Musim kemarau mulai dirasakan di berbagai wilayah Indonesia.
Meningkatnya suhu udara yang disertai berkurangnya curah hujan tidak hanya memengaruhi aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat.
Cuaca yang panas, udara yang cenderung kering, serta paparan sinar matahari dalam waktu lama berisiko menyebabkan dehidrasi, tubuh mudah lelah, hingga memicu gangguan pada saluran pernapasan.
Karena itu, menjaga kesehatan selama musim kemarau perlu menjadi perhatian.
Langkah sederhana dengan menerapkan pola hidup sehat dapat membantu tubuh tetap bugar sekaligus menekan risiko munculnya berbagai penyakit akibat perubahan cuaca.
Baca Juga: Target 10,5 Juta Ton Padi, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Siapkan Jateng Hadapi Kemarau Panjang
Salah satu cara yang paling penting adalah memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga cairan lebih cepat hilang.
Oleh sebab itu, biasakan minum air putih yang cukup, sekitar delapan gelas setiap hari atau disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan kebutuhan masing-masing agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Selain memperbanyak konsumsi air putih, asupan makanan bergizi juga tidak boleh diabaikan.
Buah dan sayuran yang kaya kandungan air, seperti semangka, melon, jeruk, maupun mentimun, dapat menjadi pilihan yang tepat.
Selain membantu menjaga hidrasi, makanan tersebut juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga daya tahan selama cuaca panas.
Waktu beraktivitas di luar ruangan juga sebaiknya diperhatikan. Jika memungkinkan, lakukan aktivitas pada pagi atau menjelang sore ketika suhu udara tidak terlalu terik.
Apabila harus berada di luar pada siang hari, gunakan pelindung seperti topi, payung, pakaian yang ringan dan menyerap keringat, serta tabir surya guna mengurangi dampak paparan sinar matahari terhadap kulit.
Kebersihan lingkungan tidak kalah penting untuk dijaga selama musim kemarau.
Meningkatnya debu di udara dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat asma atau alergi.
Mengenakan masker saat berada di area yang berdebu dapat menjadi langkah sederhana untuk melindungi saluran pernapasan.
Di samping itu, kebutuhan istirahat juga perlu diperhatikan. Tidur yang cukup, sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam, berperan dalam menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal.
Rutin melakukan olahraga ringan juga tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran, dengan memilih waktu berolahraga pada pagi atau sore hari ketika cuaca lebih sejuk.(Sakdiyah)
Editor : Ali Mustofa