Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perawat di Klinik Gigi di Daerah Tangerang menjadi Korban Penusukan, Polisi Masih Selidiki Motif Pelaku

Nabila Agustin • Rabu, 3 Juni 2026 | 19:56 WIB
Gambar rekaman CCTV saat kejadian (TikTok @Aman Mengerti)
Gambar rekaman CCTV saat kejadian (TikTok @Aman Mengerti)

RADAR KUDUS- Seorang perawat di sebuah klinik gigi yang berlokasi di Perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh seorang pasien berinisial MA pada Jumat, 30 Mei 2026.

Peristiwa yang terjadi di fasilitas kesehatan tersebut langsung mengundang perhatian masyarakat dan menjadi perbincangan luas di media sosial. 

Warga setempat mengaku terkejut karena aksi kekerasan itu terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang pelayanan kesehatan yang aman bagi tenaga medis maupun pasien.

Lebih mengejutkan lagi, pelaku diketahui datang ke klinik hanya untuk menjalani perawatan pembersihan karang gigi sebelum akhirnya melakukan tindakan kriminal tersebut.

Hingga saat ini, kasus penusukan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Aparat penegak hukum masih berupaya mengungkap motif di balik tindakan pelaku yang hingga kini belum memberikan keterangan secara jelas. 

Proses pemeriksaan terhadap MA mengalami kendala karena yang bersangkutan dinilai belum sepenuhnya kooperatif selama menjalani interogasi.

Di sisi lain, korban yang merupakan perawat berinisial P masih menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang dideritanya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban mengalami lima luka tusukan pada bagian perut dan tangan.

Meski demikian, kondisi kesehatannya dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif dan berangsur membaik dari hari ke hari selama menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan keterangan sementara yang berhasil dihimpun, kronologi kejadian bermula ketika MA datang ke klinik tersebut sebagai pasien baru. Ia mendaftarkan diri untuk menjalani prosedur pembersihan karang gigi atau scaling. Pihak klinik menyatakan bahwa sebelumnya tidak terdapat riwayat pemeriksaan maupun perawatan atas nama MA di tempat tersebut.

Selain itu, baik dokter maupun tenaga kesehatan yang bertugas saat itu mengaku tidak memiliki hubungan pribadi ataupun permasalahan apa pun dengan pelaku.

Seluruh proses pelayanan terhadap MA berlangsung sebagaimana prosedur yang berlaku bagi pasien lainnya.

Setelah proses pembersihan karang gigi selesai dilakukan, MA kemudian ditangani oleh perawat berinisial P untuk tahap pelayanan berikutnya.

Tidak lama kemudian, pelaku masuk ke area toilet klinik. Sesaat setelah berada di dalam toilet, MA memanggil perawat tersebut dengan alasan yang pada saat itu diduga untuk meminta bantuan.

Tanpa menaruh curiga, korban kemudian mendatangi lokasi sesuai panggilan pasien. Namun, ketika korban tiba di area toilet, pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam yang telah dibawanya dan langsung melakukan penyerangan.

Serangan berlangsung sangat cepat sehingga korban tidak sempat melakukan perlawanan secara maksimal.

Akibat aksi tersebut, korban mengalami lima luka tusukan yang mengenai bagian perut dan tangan. Rekan kerja korban yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan pertama dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Berkat tindakan cepat tenaga medis, kondisi korban dapat segera distabilkan dan kini terus menunjukkan perkembangan yang membaik.

Sementara itu, pelaku berinisial MA berhasil diamankan oleh pihak kepolisian pada hari yang sama, hanya beberapa jam setelah kejadian berlangsung.

Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, hingga lebih dari dua hari setelah penangkapan, polisi masih mengalami kesulitan memperoleh informasi mengenai motif penusukan.

Dalam pemeriksaan awal, MA hanya mengakui bahwa ia membawa pisau dari rumah sebelum datang ke klinik.

Selain pengakuan tersebut, pelaku lebih banyak memilih diam dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik tindakannya.

Sikap tertutup pelaku selama proses interogasi membuat penyidik harus bekerja lebih keras untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber lainnya.

Polisi saat ini masih mendalami latar belakang pelaku, aktivitasnya sebelum kejadian, hingga kemungkinan adanya faktor-faktor tertentu yang memicu aksi penyerangan tersebut.

Sejumlah saksi, termasuk tenaga kesehatan yang berada di lokasi saat kejadian, telah dimintai keterangan guna membantu mengungkap rangkaian peristiwa secara lebih lengkap.

Dalam perkembangan penyelidikan, muncul dugaan bahwa pelaku mungkin mengalami gangguan kejiwaan. Namun, hingga saat ini dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Penyidik masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi psikologis pelaku.

Berbagai kemungkinan juga terus dianalisis, mulai dari faktor emosional, ketidakpuasan terhadap pelayanan kesehatan, hingga kemungkinan adanya motif lain yang belum terungkap.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa fokus utama penyidikan saat ini adalah mengungkap motif sebenarnya di balik penusukan tersebut.

Langkah ini dinilai penting agar penanganan kasus dapat dilakukan secara tepat berdasarkan fakta dan bukti yang ada.

Selain itu, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyebarkan spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi mengenai pelaku maupun korban.

Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan bahwa MA memiliki riwayat gangguan kejiwaan tertentu, termasuk dugaan skizofrenia yang sempat beredar di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh pihak diminta menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut dari aparat berwenang sebelum menarik kesimpulan mengenai kasus yang telah menghebohkan warga Kota Tangerang tersebut.

Editor : Mahendra Aditya
#perawat #Klinik Gigi #dokter gigi #tangerang