Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Trigger Finger: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Latihan Sederhana

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 5 Februari 2026 | 14:52 WIB
ilustrasi trigger finger (iStock)
ilustrasi trigger finger (iStock)

RADAR KUDUS - Trigger finger atau jari pelatuk merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa kaku, nyeri, hingga sensasi terkunci saat jari ditekuk atau diluruskan.

Pada beberapa kasus, jari bahkan sulit dibuka kembali kecuali dengan bantuan tenaga tambahan. Kondisi ini sering kali terasa lebih parah pada pagi hari.

Secara medis, trigger finger terjadi akibat penebalan dan peradangan pada selaput tendon di sekitar jari.

Tendon sendiri berfungsi seperti tali yang membantu jari bergerak saat ditekuk dan diluruskan.

Ketika selaput tendon membengkak, pergerakan tendon menjadi tidak lancar sehingga menimbulkan rasa tersangkut atau terkunci.

Penyebab trigger finger umumnya berkaitan dengan penggunaan jari secara berulang dan dalam waktu lama, seperti menggenggam alat kerja, mengetik di depan komputer, menyulam, atau aktivitas memasak yang membutuhkan pegangan terus-menerus.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat muncul akibat cedera pada tangan atau jari. Namun, tidak jarang trigger finger terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Untuk mengatasi trigger finger, terdapat beberapa latihan dan teknik sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah tanpa alat khusus.

Latihan pertama adalah cross friction massage atau pijatan sentuhan silang. Teknik ini dilakukan dengan memijat lembut pangkal jari yang terasa kaku menggunakan ibu jari.

Gerakan pijatan bisa dilakukan ke berbagai arah atau dengan gerakan memutar selama satu hingga dua menit, sambil sesekali menekuk dan meluruskan jari secara perlahan.

Latihan kedua berupa pelenturan jari. Jari yang bermasalah ditekan perlahan ke arah belakang untuk memperluas rentang gerak, lalu ditahan beberapa detik sebelum dilepas.

Setelah itu, jari ditekuk ke arah sebaliknya secara perlahan. Gerakan ini dilakukan 10–15 kali, dengan catatan tidak memaksakan jika terasa nyeri berlebihan.

Latihan ketiga berfokus pada mobilitas dan fleksibilitas jari.

Beberapa variasi gerakan yang bisa dilakukan antara lain mempertemukan ujung-ujung jari, gerakan meremas dan membuka tangan, serta membentuk jari seperti paruh bebek.

Setiap gerakan dapat dilakukan selama 10–15 kali sesuai kenyamanan.

Latihan terakhir adalah penguatan otot jari dan tangan menggunakan karet gelang. Karet gelang dipasang di ujung jari, lalu jari dibuka melawan tahanan karet dan ditutup kembali.

Latihan ini membantu memperkuat otot-otot sekitar jari sehingga tidak hanya membantu pemulihan, tetapi juga mencegah trigger finger kambuh di kemudian hari. Lakukan gerakan ini sebanyak 10–15 kali setiap hari.

Perlu dipahami bahwa trigger finger tidak dapat sembuh secara instan. Konsistensi dan kesabaran dalam melakukan latihan secara rutin sangat berperan dalam proses pemulihan.

Dengan latihan yang tepat dan dilakukan setiap hari, keluhan kaku dan nyeri pada jari dapat berkurang secara bertahap. (Ghina)

 

Editor : Ali Mustofa
#trigger finger