RADAR KUDUS - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Anglia Ruskin University, Inggris, mengungkap bahwa rebung bambu berpotensi menjadi superfood karena kandungan gizinya yang tinggi serta manfaat kesehatannya yang beragam.
Dikutip dari bake.co.id, rebung diketahui kaya serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Dalam studi tersebut, para peneliti menyebut rebung memiliki potensi membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kestabilan gula darah.
Selain itu, kandungan serat dan antioksidan di dalam rebung juga berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol.
Tak hanya itu, rebung dinilai bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, karena mampu melancarkan sistem pencernaan dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa rebung harus diolah dengan cara yang benar sebelum dikonsumsi.
Pasalnya, beberapa jenis bambu mengandung senyawa alami seperti glikosida sianogenik yang dapat berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam kondisi mentah atau tidak dimasak dengan baik.
Proses perebusan, perendaman, atau fermentasi yang tepat diperlukan untuk menghilangkan senyawa berbahaya tersebut agar rebung aman dikonsumsi.
Temuan penelitian ini pun memicu beragam respons dari warganet Indonesia.
Banyak yang menilai bahwa manfaat rebung bukanlah hal baru, karena rebung telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat Asia, termasuk Indonesia.
Sejak dahulu, rebung dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional yang mudah diolah dan memiliki cita rasa khas.
Di Indonesia, rebung hadir dalam berbagai kuliner tradisional dari beragam daerah.
Beberapa hidangan yang populer antara lain gulai rebung dengan kuah santan yang gurih, sayur lodeh rebung yang kaya rempah, hingga lumpia Semarang, makanan khas Jawa Tengah yang menjadikan rebung sebagai isian utama.
Keberadaan rebung dalam masakan-masakan ini menunjukkan bahwa masyarakat lokal telah lama memahami cara mengolahnya dengan aman dan lezat.
Dengan adanya dukungan dari penelitian ilmiah, rebung kini semakin mendapat pengakuan sebagai bahan pangan bernilai gizi tinggi.
Hal ini sekaligus memperkuat pandangan bahwa kearifan lokal dalam kuliner tradisional sering kali sejalan dengan temuan sains modern.
Ke depan, rebung berpotensi tidak hanya dipertahankan sebagai bahan masakan tradisional, tetapi juga dikembangkan sebagai pangan sehat unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan kesehatan lebih luas. (Ghina)
Editor : Ali Mustofa