RADAR KUDUS - Penderita asam lambung atau GERD perlu memahami bahwa bukan hanya satu jenis makanan tertentu yang memicu keluhan, melainkan tipe atau karakteristik makanan itu sendiri.
Beberapa tipe makanan dapat merangsang produksi asam lambung berlebih atau melemahkan katup lambung, sehingga memicu refluks.
Berikut sepuluh tipe makanan yang sebaiknya dibatasi beserta contohnya:
Baca Juga: Benarkah GERD Bisa Memicu Kematian Mendadak? Ini Penjelasan Medisnya
1. Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Lemak jenuh memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan risiko refluks.
Contoh: kulit ayam, daging berlemak, sosis, kornet, keju tinggi lemak.
2. Makanan Pedas
Cabai dan bumbu pedas dapat mengiritasi lapisan lambung dan kerongkongan.
Contoh: sambal terasi, mie pedas level tinggi, rica-rica, balado.
3. Makanan Asam
Kadar asam tinggi dapat memperparah sensasi terbakar di dada.
Contoh: acar, tomat mentah, saus tomat, jus lemon.
Baca Juga: Mitos dan Fakta Makanan Pemicu Asam Urat Menurut Penelitian Medis
4. Makanan yang Digoreng
Proses penggorengan meningkatkan kandungan lemak dalam makanan.
Contoh: ayam goreng tepung, kentang goreng, risol, pastel.
5. Makanan Bersantan Pekat
Santapan bersantan cenderung tinggi lemak dan sulit dicerna.
Contoh: gulai, rendang, kari kambing, sayur lodeh kental.
6. Produk Olahan Tinggi Gula
Gula berlebih dapat memicu peradangan dan memperburuk gejala.
Contoh: donat manis, bolu krim, minuman sirup, permen.
Baca Juga: Makanan Tepung Bisa Memicu Keterlambatan Haid, Benarkah?
7. Makanan Tinggi Karbohidrat Sederhana
Karbohidrat sederhana cepat dicerna dan dapat meningkatkan tekanan lambung.
Contoh: roti putih, mie instan, biskuit manis, nasi putih dalam porsi besar.
8. Makanan Mengandung Kafein
Kafein dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah.
Contoh: kopi hitam, espresso, minuman energi, teh pekat.
9. Makanan Mengandung Cokelat
Cokelat mengandung lemak dan senyawa mirip kafein.
Contoh: cokelat batang, brownies, minuman cokelat, selai cokelat.
10. Makanan Tinggi Gas
Makanan tertentu dapat menghasilkan gas berlebih di lambung.
Contoh: kol, sawi, kacang merah, minuman bersoda.
Baca Juga: Sering Disamakan, Ini Perbedaan Sakit Maag, Asam Lambung, dan Gerd agar Tak Salah Kaprah
Selain menghindari tipe makanan di atas, penderita GERD disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering, mengunyah makanan secara perlahan, serta memberi jeda minimal dua hingga tiga jam sebelum berbaring setelah makan.
Mengendalikan jenis dan pola konsumsi makanan menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan.
Dengan mengenali tipe makanan pemicu dan menggantinya dengan pilihan yang lebih ramah lambung, gejala asam lambung dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
Editor : Mahendra Aditya